Talia menunggu kedatangan Owen. Dia baru saja menyelesaikan makan malamnya hari ini. Penantiannya ternyata tidak sia-sia. Ketukan di pintu membuat wanita ini buru-buru menuju ke sana. Senyum di wajah Talia pun tercetak jelas, dia membukakan pintu untuk pemuda itu. “Boleh aku masuk?” ijin Owen. Talia mengangguk, dan memberikan ruang untuk pemuda tersebut masuk. “Pintunya jangan ditutup, biarkan saja terbuka,” perintah Owen. Talia mengangguk dan melaksanakan perintahnya. Owen menuju ke arah balkon kamar Talia. Wanita itu pun menyusul Owen ke sana. Udara malam hari ini tidak begitu dingin. “Ada beberapa hal yang ingin aku beritahukan padamu,” ungkap Owen dengan tampang serius. Talia diam, mencoba mendengarkan dengan baik perkataan pemuda ini. “Ayah telah melakukan pengumuman sayembara di

