Tiga Puluh Satu

1868 Words

Aku melihat - lihat rumah Mama Andita, sepi. Sepertinya mereka enggak mampu lagi membayar security. Pasti uang mereka habis untuk pengacara Papa dan Eyang. Ck ck, sebenarnya aku kasihan. Tapi tingkah mereka enggak ada kapoknya deh. Lihat aja Alya, padahal Papa dan Eyang di penjara. Mbokya lebih prihatin gitu loh. Malah datang - datang ngaku hamil anak suamiku, dikira aku b**o apa enggak bisa ngitung umur kandungannya. Taksiranku ya, dia paling baru hamil lima bulan atau enam bulan. Dan di waktu - waktu itu, Elang tidak pernah sekalipun pergi dari rumah tanpa aku. Malah sedang hot - hot-nya hubungan kami, aku sedang hamil saat itu. Pertanyaannya, kapan mereka bikinnya coba? Jam kantor? Elang aja enggak pernah meninggalkan kantor tanpa Arya. Dan selalu laporan padaku. Hellooo. Dia itu ng

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD