Magelang

1077 Words

    Kuamati cincin yang ada di jari tangan kananku, "Ini beneran cincinnya Bunda ya, Gaga?" tanyaku pada Galih sambil memutar-mutar cincin di jariku. "Iya," kata Galih sambil sekilas melirik malas ke arahku.      Seperti yang di rencanakan, hari ini aku menemani Galih ke Magelang. Kami berangkat dari Semarang sekitar pukul sembilan pagi. Kata Galih biar gak terlalu siang sampai disana. Sebelum berangkat, tadi Galih sempat di interogasi oleh Bapak dan Mas Illham. Tentunya perihal penginapan dan lainnya.     "Kita nanti nginepnya pisah apa mau sekamar?" tanya Galih sambil menyodorkan sebuah botol kepadaku, "bukain, Num." Kuambil botol itu dan membukanya. Kuserahkan botol itu pada Galih, "Pisah lah."     "Nggak mau sekamar?" tanyanya lagi, sambil meminum minumannya, "yakin?"     "Enggak

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD