Setelah selesai memanen cabai dan mengantarkannya kerumah. Galih juga sudah bertemu dengan Bapak, dia langsung pamit pulang ke Yogyakarta. Sebelum itu ada beberapa hal penting yang dibicarakan oleh Bapak kepada Galih. Layaknya seorang yang sedang di interogasi, Galih duduk di seberang Bapak, sedangkan disisi Bapak ada Mama, Mbak Syila, Mas Ilham, dan aku. Rizal tidak ikut, dia sedang tidur dan ditemani oleh pengasuhnya. "Heh, mau duduk dimana, Dek?" tanya Bapak saat aku berdiri hendak duduk disebelah Galih. Kusunggingkan sebuah cengiran, "Mau duduk disebelah Galih, hehe." "Nggak bisa! Duduk disini." kata Bapak sambil menepuk ruang kosong disebelahnya, diantara Bapak dan Mama. Dengan pasrah akhirnya aku duduk ditempat yang ditunjuk oleh Bapak. Sumpah, aku deg-degan ba

