"Kalau gak ada alasannya, memangnya aneh? Gak dilarang kan?" "Maksud saya, kita kan gak saling kenal." "Kan udah, Mas. Beberapa hari yang lalu kan udah saling kenal. Masih kurang?" "Maksud saya, kita gak pernah kenal apa-apa sebelumnya." "Iya, emang. Terus kenapa? Gak boleh?" "Y-ya bukan begitu juga maksud saya. Kita itu--" Una malah terkekeh saat itu. "Justru itu, Masnya. Karena kita gak saling kenal maka ayok kenalan. Kalau kenalan kan sah-sah aja. Mau kita pernah ada keterkaitan dimasa lalu atau enggak. Iya kan? Pusing ya sama aku?" Fahri mengangguk bodoh dan itu membuat Una tertawa. Hingga kini, Fahri masih pusing kepala menghadapi cewek yang ngototan dan keras kepala. Ia bersikap untuk tak perduli dan memilih untuk fokus pada pekerjaannya saja. Daripada menggubris cewek an

