Fight For My Love : Part 9

1313 Words

"Saya tunggu sampe sore loh, Masnya, kalo gak mau ngasih nomor hapenya." Fahri tak ambil pusing dengan kata-kata itu. Ia lebih suka menyelam di dalam pekerjaannya. Lelaki pendiam itu memang begitu. Tak begitu merespon kehadiran perempuan. Bukan karena tak tertarik tapi perempuan tak ada di dalam deretan prioritas hidupnya. Kadang juga merasa sepi ditambah lagi tuntutan orangtua. Tapi ia masih lebih suka menyelam dalam kesibukan. Jadi ya sudah. Lebih baik menikmati yang ada kan? Saat Fahri bergerak menuju lobi, langkah kakinya terhenti dan melihat perempuan iru benar-benar menunggu sampai sore demi mendapatkan nomor ponselnya. Ia menghela nafas. Jujur saja, ia tak merasa terganggu. Justru merasa aneh dengan kehadiran perempuan itu. Tiba-tiba saja hadir dengan caranya yang absurd, dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD