Nongkrong. Una benar-benar menongkrong di dekat rumah sakit di mana Fahri bekerja. Ia sempat riset kecil-kecilan dengan pura-pura berobat. Tadinya, ia mengatakan kalau ingin berkonsultasi dengan dokter Fahri. Eeeh yang muncul bukan Fahri yang ia kenal melainkan dokter lain yang lebih senior. Tentu saja gagal maning meski nyengir-nyengir saja menerima saran dari beliau yang memiliki nama yang sama. Untungnya, Una mengecek dulu. Kalau tidak, mungkin paket makanan yang berencana ia kirimkan untuk Fahri akan tiba di pada Fahri yang lain. Wah! Bisa panjang urusannya kalau sampai begitu. Bisa dikira mau menganggu suami orang! Iya kan? Tapi ia tak punya alasan juga untuk berkonsultasi dengan Fahri, si dokter kandungan. Ya iya lah! Masa mau pura-pura hamil sih? Itu jelas bohong sekali. Dan lagi,

