Korban Ciye-Ciye: Part 17

2067 Words

Beberapa hari yang lalu. Jane mengernyitkan dahi kemudian menyipitkan mata. Berharap tak salah melihat. Kemudian ia memundurkan langkah. Berpikir sesaat dan merasa ini bukan mimpi hingga menampar keningnya. Lalu dengan cepat, ia melangkah mendekati Zafir lalu menepuk-nepuk bahunya. Cowok itu tentu saja kaget. Matanya menyipit karena merasa tidak mengenal sosok perempuan yang baru saja menepuk-nepuk bahunya. "Jane! Jane! Pakek 'e'!" serunya yang membuat Zafir kebingungan. Apa maksudnya? Kening cowok itu berkerut-kerut. Meski ia menyadari kalau wajah Jane tampaknya tak begitu asing. "Zafir kan? Kenal Disha kan?" Aaaah. Zafir paham. Pantas terasa tak asing. "Ada waktu?" Berhubung gayung bersambut. Kebetulan Zafir memang sedang mampir ke kantor ini untuk mengambil beberapa dokumen yang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD