Benar. segala sesuatu tidak bisa hanya dipandang dalam satu sisi. Ada banyak kemungkinan lain di mana dari satu sisi tak mampu untuk melihat apa yang ada di sisi lainnya. Bak melihat sebuah pagelaran wayang, yang nampak hanyalah bayangan tanpa tahu bagaimana kerja keras sang dalang di belakang tirai. Aji tidak terbiasa dengan hal-hal sentimental, ia juga tidak terlalu suka memikirkan hal-hal rumit. Katanya, otaknya tidak memenuhi syarat untuk berpikir kritis. Soalnya, Aji sadar sepenuhnya kalau dirinya itu bukan jenius berotak dewa. Aji hanyalah Aji. Remaja laki-laki biasa yang gila basket dan hobi nyengir. Sama sekali tidak spesial. Lalu sekarang, tiba-tiba Aji kepikiran soal itu hanya karena Azza menanyakan mana yang lebih penting dari dirinya dan Satria menurut dua sisi yang berbeda. B
Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books


