Satu setengah hari berikutnya terasa sangat membahagiakan. Setelah sesi belajar kami di danau, Kami pulang lalu memesan makanan dari restoran Cina di seberang apartemen, dan lanjut belajar. Kali ini, tidak ada perjanjian ciuman, meskipun aku sangat menginginkannya, karena aku serius dengan apa yang aku katakan. Dia pasti akan lulus ujian dan bertanding di kejuaraan. Aku semakin bisa melihat keinginannya untuk bermain di lapangan. Dia memang terlahir untuk itu. Saat tidur bersama, beberapa kali kami terbangun dengan ereksi masing-masing, jarinya ada di celana dalamku, pinggulnya bergerak gelisah di pahaku. Dalam keadaan setengah tertidur, dia melamarku beberapa kali, setelah itu, lidahnya bergerak dengan cepat di mulut dan payudaraku. Sungguh ajaib aku bisa melewati malam itu dengan keper

