Jillian menatap sang kakak. Ia tidak percaya Julian malah memberi lampu hijau padanya untuk memutuskan segala sesuatunya. "Tapi ... bagaimana dengan aktifitasku di sana? Aku masih harus mengurus penggalangan dana untuk para penderita kanker, kan?" Jillian terlihat ragu. "Kami memberimu liburan panjang kan? Aku yang nantinya akan memberitahu mereka. Tugasmu hanyalah bersenang-senang dan kembali pulang dengan pikiran yang segar. Jangan bawa dukamu ke rumah. Tinggalkan semuanya di sini," ucap Julian sambil membelai rambut adik kesayangannya itu. Jilian mengangguk sambil tersenyum. Kasih sayang Julian memang tidak perlu dipertanyakan. Ia bersyukur memiliki kakak yang baik seperti dia. "Thanks, Jul! You're the best brother in the world," kata Jillian sambil memeluk erat tubuh kakaknya. "Ja

