"Jul, aku rasa aku harus berpamitan dengan teman-temanku terlebih dahulu sebelum besok kita pindah." Jillian duduk di samping Julian yang sedang sibuk dengan laptopnya. "Kalo begitu telpon mereka," sahut Julian masih fokus dengan laptopnya. "Tapi ... aku tidak punya nomornya." Jillian mengangkat bahunya. Julian jadi menatap adiknya dengan gemas. "Hmm! Selalu saja begitu! Kamu ini, tidak bisakah lebih sedikit memperdulikan teman-temanmu? Masak nomor telpon saja kamu tidak menanyakannya?" Nada Julian terdengar frustrasi dengan sikap adiknya. Tapi Jillian hanya nyengir kuda mendengar kalimat protes kakaknya. "Kalo tidak salah, aku masih menyimpan nomor telpon temanmu itu. Aku memberinya nama Jill's friend. Coba kamu cari di ponselku." Julian menyerahkan ponselnya ke Jillian setelah memb

