"Kamu terlihat sangat menikmati hidup, hm?" Suara pria itu mengagetkan Jillian yang sedang menikmati hangatnya sinar matahari yang menerpa tubuhnya.
"Cruise!! Kamu darimana saja? Selena mencarimu!" Jillian seketika bangun dan duduk ketika menyadari Cruise tiba-tiba berbaring di sisinya.
Cruise sudah bertelanjang d**a dan ia pun mengenakan kacamata hitam. Tubuhnya yang padat dan berbentuk itu sangat menarik perhatian banyak wanita yang sedang lewat di sana. Sementara di sisinya ada papan selancar yang ia letakkan di sana.
"Hm, aku tidak tertarik jika Selena yang mencariku. Aku harap setidaknya dirimu juga mencariku," jawab Cruise tanpa menatap Jillian.
"Aku? Kenapa aku harus mencarimu?" Jillian membeo dengan bingung. Namun tanpa berharap jawaban Cruise, ia pun kembali berbaring di atas kainnya dan kembali melanjutkan aktifitasnya semula.
"Hmm, memangnya kamu tidak ingin menyanggupi tantanganku? Paling tidak kamu mencariku untuk menjawab tantanganku," dalih Cruise.
Jillian tertawa kecil mendengarnya. Ngapain hanya untuk ber-selancar saja harus mencari Cruise?
"Keliatannya Selena yang berambisi untuk mengalahkanmu! Dan sebaiknya kamu berhati-hati padanya! Karena emosinya sedang tinggi!" Jillian memperingatkan.
"Justru ketika dia emosi, maka bisa kupastikan dia akan gagal di satu meter pertama. Aku semakin tak khawatir soal itu," sahut Cruise masih dengan wajah yang menantang matahari.
"Kalo begitu, ayo tanding!" Suara Selena yang tiba-tiba menggelegar di atas kepala cruise membuyarkan percakapan Cruise dan Jillian.
"Eh! Kamu ternyata ada di sini, Adikku. Bagaimana? Apakah kamu sudah siap menanggung kekalahanmu?" Cruise menatap ke atas kepalanya dan wajah Selena memang terlihat sedikit horor di siang hari seperti ini.
"Huh! Jangan harap! Ayo kita lakukan sekarang!" Selena tanpa sabar menarik tangan Cruise agar berdiri. Sementara Jillian masih berbaring dengan posisinya yang semula.
"Jill! Get up!!" Cruise menarik tangan Jillian yang seperti tidak perduli dengan sekelilingnya.
"Aku tidak punya papan selancar Cruise. Jadi aku tidak bisa ikut bertanding! Maaf ..." jawab Jillian sambil nyengir kuda.
"Siapa bilang? Nih, aku sudah belikan untukmu." Cruise menunjukkan papan selancar yang ada di sampingnya.
Jillian segera berdiri dan mengamati papan selancar yang ditunjuk Cruise. Papan selancar itu berwarna pink dan biru persis seperti milik Jillian yang hilang kemarin. Hanya saja motifnya agak sedikit berbeda, ada gambar pohon kelapa dan juga nama Jillian di sana. Baik Selena maupun Jillian jadi mendelik dibuatnya.
"Ka-kamu membelikannya untukku?" tanya Jillian tidak percaya.
"Yah, aku pikir kamu akan suka dengan motif pink dan biru muda, jadi aku pilihkan ini. Apakah kamu suka?" Cruise menatap Jillian yang terlihat mengagumi selancar pemberiannya.
"Ada namaku di sana," gumam Jillian dengan tatapan terharu.
"Dan juga namaku," sambung Cruise.
"Oh ya? Mana?" Jillian menatap Cruise sambil mengerutkan keningnya. Karena ia sama sekali tidak melihat nama Cruise di papan itu.
Cruise menunjuk background berwarna biru muda dan disana tertulis "Love, Cruise" dengan tinta warna biru tua jadi secara kasat mata, itu tidak terlalu kelihatan jika tidak benar-benar diperhatikan.
"Ohh! Iya, ada namamu juga di sana." Jillian mengerjapkan matanya.
"Sayangnya tidak ada namaku," potong Selena.
Mendengar itu, Cruise dan Jilian jadi menatap Selena. Wajah Selena tidak terlihat sedih ataupun marah. Ia bahkan menunjukkan senyumnya, membuat Jilian jadi bingung. Sebenarnya Selena ini kecewa atau bagaimana?
"Sudah! Ayo kita tanding!!" Selena meraih papan selancarnya dan berjalan menuju ombak.
Cruise dan Jillian saling bertatapan tanpa sengaja namun beberapa detik kemudian keduanya saling menunduk. Entah kenapa baik Cruise maupun Jillian jadi merasa canggung satu sama lain.
"Aku ... akan menyusul Selena," kata Jillian dan ia hendak meninggalkan Cruise namun dengan cepat Cruise meraih tangan Jillian.
"Papan selancarmu!" Cruise mengingatkan.
Jillian yang sempat kaget karena genggaman tangan Cruise segera menarik tangannya dan menerima papan selancar itu.
"Thanks, Cruise!" kata Jillian lalu ia pun membalikkan badannya dan setengah berlari mengejar Selena.
Cruise menatap kepergian Jillian dengan hati gemas. Tidak ada tatapan mengagumi seorang Cruise dari tatapan Jillian. Dan ini adalah pertama kalinya ia merasa tidak dianggap oleh seorang wanita. Keliatannya Selena benar, apakah ia harus menggunakan jasa adiknya itu? Ah tidak!! Dia ini kan seorang Lady Killer. Masak butuh bantuan mak comblang? Kalo orang India bilang, "Nehi lah yaaa!"
Cruise dengan cepat mengejar langkah kedua orang wanita yang sudah berlari duluan ke arah ombak.
Mereka bertiga akhirnya berdiri bersama menatap pantai dan menunggu ombak yang besar.
"Ingat ya! Yang kalah harus bersiap menjadi hamba bagi yang menang! Celakalah yang menjadi nomor 3 nantinya!" Cruise mengingatkan.
Jillian hanya tersenyum dingin mendengar ucapan Cruise. Sementara Selena ia seperti tidak mendengar kalimat kakaknya itu. Dalam hati, ia sudah menyiapkan hukuman yang setimpal jika ia menang nanti.
"Ombak datang!!" Seru Selena.
Dan ketiga orang itu segera meletakkan papan selancarnya di laut dan mulai berenang dengan semangat ke tengah laut. Jillian dengan sekuat tenaga berenang dengan cepat menuju ke tengah sementara Selena terlihat lebih lambat pergerakannya. Cruise mencibir adiknya itu lalu dengan cepat menyusul Jillian yang sudah berada di depan.
Dan ....
Jillian sudah berdiri dengan sempurna di atas papan selancarnya. Ia mulai mengendalikan papan selancarnya dengan lihai disusul oleh Cruise. Sementara Selena entah ada di mana. Kedua orang itu berteriak penuh keseruan merasakan ombak yang sangat besar menaungi mereka.
"Jill!!!" Julian yang tadinya fokus jadi menoleh ke arah suara dan begitu melihat Elton yang terlihat mengejarnya, Jillian kehilangan konsentrasinya. Gerakannya jadi tidak seimbang dan ia pun tumbang ke dalam laut.
Melihat itu, Elton pun ikut terjun ke laut demi menyelamatkan Jillian. Elton meraih pinggang Jillian, sehingga membuat wanita itu semakin marah dan dengan keras menampar Elton dan sesudahnya ... ombak menggulung mereka berdua. Hilang ... !
Cruise yang melihat Jillian terjatuh disusul oleh Elton segera ikut terjun. Kemarahan Jillian yang mengakibatkan tamparan membuat Cruise sempat tertegun namun ketika ia hendak turun tangan, ombak besar datang dan menggulung mereka semua. Cruise berenang menuju ke arah pantai dan ia tidak bisa menemukan Jillian ataupun Elton.
"Cruise!! Dimana Jillian?" Selena yang ternyata sudah sampai terlebih dahulu menatap wajah Cruise dengan panik. Ia sempat melihat Jillian bertengkar dengan mantannya namun setelah itu ia tidak tau lagi.
"Dia masih di laut dan aku tidak bisa menemukannya ...!" Wajah Cruise terlihat panik.
"Aku akan mencarinya sekali lagi!" Cruise kembali berlari ke arah laut dan hilang di sana.
Sementara itu ...
Jillian yang tergulung ombak berusaha meraih papan selancarnya dan berhasil. Ia berusaha mencapai garis pantai tapi Elton seperti pantang menyerah berusaha meraih tubuh Jilian dan menyeretnya ke arah lain.
"Lepaskan, Elton!!!" Jillian semakin marah dan ia berusaha melepaskan diri.
"Jill! Aku menyesal dengan semua yang sudah terjadi!!" Elton berusaha berbicara di tengah-tengah ombak yang terus menghantam dirinya.
"Aku tidak peduli!! Penyesalanmu adalah urusanmu!!" Teriak Jillian masih dengan emosi yang sangat tinggi.
"Jill! Kamu jauh lebih baik dari Mea!" Sekali lagi Elton berusaha berkomunikasi.
Dan kalimat itu membuat Jillian menoleh dan menatap tajam Elton.
"Tapi kamu tidak jauh lebih baik dari kekasih baruku!" jawab Jillian dengan ketus. Ia membiarkan ombak mempermainkannya walaupun sesekali ia berusaha untuk terus berenang.
"Jadi ...? Benar dia adalah kekasihmu?" Sorot mata Elton memancarkan kecemburuan.
"Iya! Dan jangan ganggu aku lagi, Elton!!! Aku dan kamu sudah tidak ada hubungan apapun!! Dan aku juga tidak ingin mengenalmu lagi!!!" tegas Jillian.
Elton tertegun, tubuhnya kembali dihantam ombak demikian juga Jillian namun Elton masih berusaha untuk dekat dengan Jilian. Wajahnya terlihat rumit dan tidak percaya dengan apa yang baru saja di dengarnya. Jillian tidak akan semudah itu berpaling. Setau dirinya, Jillian adalah wanita yang cuek dan tidak mudah jatuh cinta. Dan sepanjang yang bisa ia lihat, pria itu bahkan tidak pernah menggandeng tangan Jillian. Jelas pria itu bukan kekasihnya. Jillian pasti sedang membuat cerita palsu.
"Tidak!! Kamu membohongiku, kan? Dia hanya teman barumu! Aku bahkan tidak pernah melihat dia memelukku ataupun menggandengmu! Kalian bertiga hanya berteman! Aku tau itu, Jillian!! Kamu tidak akan semudah itu berpaling dariku! Kamu masih mencintaiku, 'kan?" Elton berkata dengan penuh percaya diri.
Mendengar itu, Jillian menggelengkan kepalanya dengan lucu. Elton tidak percaya itu adalah urusannya dan ia tidak harus menjelaskan apapun. Dan keliatannya, ia harus benar-benar pergi dari sini. Berbicara seperti ini dengan Elton membuatnya muak.
Garis pantai yang terlihat dekat kembali menjauh dan Jillian bersusah payah berusaha berenang ke sana sementara Elton masih dengan sangat setia mengikuti kemana ombak membawa Jillian.
"Elton! Enyahlah dari hadapanku!!!" Jillian sudah mulai habis kesabarannya. Elton seperti ekor yang tidak bisa lepas dari tubuh seekor anjing.
"Tidak, aku ingin minta maaf padamu, Jill. Aku ingin kita memperbaki hubungan kita. Aku benar-benar menyesal. Aku berjanji akan membahagiakanmu di hari-hari berikutnya!" Elton berusaha meyakinkan Jillian.
Jillian tertawa sinis.
"Maaf, tapi hatiku sudah bukan untukmu lagi, Elton!!" tegas Jillian.
"Jillian!!!" Cruise melambaikan tangannya lalu berusaha mendekati mereka berdua.
"Cruise?" Jillian terlihat senang melihat Cruise datang.
Tapi Elton seperti tidak peduli, ia tetap berada di dekat Jillian dan menatap Cruise dengan tatapan sinis. Pria ini mungkin memang menyukai Jillian, tapi untuk mendapatkan hatinya, Elton merasa itu mustahil. Jillian adalah wanita yang sulit didekati, ia terlalu cuek dan benar-benar butuh usaha ekstra untuk bisa mendekatinya.
Dan bodohnya, ketika ia sudah mendapatkan hati Jillian, ia malah bermain-main dengan Mea, sahabat Jillian. Mea dengan percaya diri menawarkan apa yang Elton mau, sesuatu yang tidak pernah Jillian berikan padanya tanpa hubungan pernikahan dan itu sempat membuat Elton kesal. Saat wanita lain dengan mudah mau diajak tidur dengannya, Jillian malah menolaknya mentah-mentah.
Niat awal Elton sebenarnya hanya ingin bersenang-senang dengan Mea dan saat itu, Mea pun menyanggupi hubungan backstreet yang ditawarkan oleh Elton. Mea tidak menuntut status yang jelas bahkan mereka sudah bersepakat untuk terus melanjutkan hubungan terlarang itu sekalipun Elton sudah menikah nanti. Tapi siapa sangka hal itu malah tercium di menit-menit terakhir ketika janji suci akan diucapkan.
"Jill! Are you okay ?" Cruise meraih tangan Jillian dan melingkarkannya ke leher Cruise seperti yang lalu-lalu. Ia sama sekali tidak menganggap Elton ada.
"I'm okay, Cruise, thanks." Jillian menurut ketika Cruise membawanya pergi ke arah pantai. Sementara Elton tanpa sungkan ikut mengekor di belakang mereka sampai mereka tiba di pantai.
Cruise menggandeng tangan Jillian meninggalkan Elton yang terus mengekor.
"Honey!!!" Elton kembali dengan berani meraih pergelangan tangan Jillian sehingga genggaman tangan Jillian terlepas dari Cruise.
Jillian kembali menoleh dan menatap Elton penuh kebencian. Ia sudah muak dengan cara Elton terus mengganggunya! Entah sejak kapan Elton jadi tidak tau diri seperti ini?
"Apakah kata-kataku kurang jelas, Elton? Enyahlah kamu bersama dengan kekasihmu!!!" Jillian berkata dengan amarah yang tertahan.
"Tidak, Sayang! Sudah kubilang aku menyesal! Aku ingin kita..."
"Maaf! Jillian sekarang adalah kekasihku. Dan sebaiknya kamu menyingkir dari kehidupannya." Cruise memotong kalimat Elton dan melingkarkan tangannya di bahu Jillian.
Jillian sedikit tersentak ketika Cruise melakukan penyelamatan tanpa berkomunikasi dengannya. Ia dengan reflek menatap mata Cruise Namun Cruise seperti cuek dan tidak membalas tatapan Jillian.
Melihat itu, Jillian berusaha untuk fokus kembali dengan Elton. Ia menerima semua pernyataan Cruise dan tidak membantahnya. Bukankah itu juga yang tadi ia katakan ke Elton? Dan jelas tidak mungkin ia sekarang menyangkal ucapan Cruise. Justru dengan kalimat Cruise, itu terlihat seperti menguatkan argumennya terhadap Elton.
Dan Jillian pun memberanikan diri untuk melingkarkan tangan rampingnya ke pinggang Cruise, membalas pelukan pria itu di bahunya. Jillian bisa merasakan Cruise pun seperti berjingkat ketika ia memeluk pinggang berotot milik Cruize. Tatapan mereka bertemu kembali tanpa sengaja. Namun Jillian dengan cepat berusaha tersenyum walaupun senyumnya terlihat seperti senyum kaku yang dipaksakan. Tapi bukankah ini yang memang harus dilakukan? Mereka harus berusaha bersandiwara sebaik mungkin di depan Elton, bukan?
Ohh susahnya!!! Jilian mengerang dalam hati. Tiba-tiba mereka berdua terkejut ketika mendengar tawa Elton yang keras.
"Haha! Aku tidak percaya dengan ucapanmu! Kamu mungkin menyukainya, tapi dia tidak mungkin secepat itu bisa menyukaimu. Kamu ingin berpura-pura menjadi penyelamatnya? Aku mengenal dia, dan aku juga tau karakternya! Dia tidak mudah melabuhkan hatinya kepada sembarang pria. Dan tingkah kalian ini seperti sebuah sandiwara yang sangat mudah k****a Jadi stop berpura-pura di depanku!" Elton tertawa dengan nada penuh penghinaan.
Hati Jillian semakin geram dan gemas. Elton ini benar-benar tidak tau diri. Jillian sudah kehilangan akal sehatnya, ia melepaskan pelukannya dari pinggang Cruise dan tanpa pikir panjang, ia melingkarkan lengannya di leher Cruise dan mencium pria itu dengan serius.