Be at odds

1981 Words
"Kamu sudah bangun, Sel?" Jillian meletakkan ponsel barunya dan duduk di sisi Selena. "Iya! Gara-gara ada pengganggu nih!" Selena menyenggol bahu kakaknya yang pura-pura cuek menyalakan TV dan mencari-cari acara yang bagus. Jillian hanya menahan senyum mendengar celoteh Selena. "Kita mau kemana hari ini, Jill? Ga jadi beli ponsel, 'kan?" Nada Selena hanya bertanya tapi entah kenapa bagi Cruise itu adalah sebuah sindiran sehingga Cruise langsung menoleh dan menatap tajam Selena yang innocent itu. "Eh! Apa salahku? Aku kan hanya bertanya saja!" Selena melengos lalu berdiri dan pergi ke kamar mandi. Jillian hanya geleng-geleng kepala melihat tingkah Selena yang menurutnya lucu itu. Ia heran, kenapa Selena dan Cruise seperti Tom and Jerry yang tidak pernah kehabisan bahan untuk bertengkar. Beda dengan dirinya dan Julian. Dia hampir tidak pernah bertengkar dengan Julian. Jika Julian sampai marah, itu dikarenakan dirinya yang mungkin kelewat batas dan itu juga bukan sebuah pertengkaran. Dia akan diam setiap kali kakaknya itu marah, karena Julian tidak suka dijawab sepatah katapun ketika emosinya sedang tinggi. "Jadi, bagaimana kakakmu? Apakah kamu akan segera menemuinya?" Cruise berusaha membuka percakapan. "Ya, dia akan datang sebentar lagi. So,, rencana kalian apa selanjutnya?"  "Aku ingin menghabiskan waktu di pantai dan ber-selancar sepuasku. Bagaimana denganmu? Aku lihat caramu mengendalikan ombak sangat bagus ketika kamu mengenakan gaun pengantin itu kemarin. Bagaimana jika kita bertanding?" Cruise menatap Jillian yang terlihat seperti berpikir ketika mendengar tantangannya. "Hm, bole juga. Aku rasa itu pasti seru! Lagian Selena juga ingin ber-selancar bersamaku. Kita bisa bertanding bersama nanti," ucap Jillian sambil tersenyum. Cruise terlihat senang mendengar Jillian menyanggupi ajakannya. "Bagus kalo begitu dan yang kalah harus ..." Cruise menggantung kalimatnya sambil kelihatan seperti berpikir. "Harus apa?" tanya Jillian penasaran. Ia pikir pertandingan ini hanya untuk senang-senang saja dan ia tidak menyangka bahwa akan ada sangsi di belakangnya bagi yang kalah. "Menuruti semua permintaan yang menang! Jadi usahakan kamu jadi The Winner. Jangan sampai di posisi kedua apalagi posisi ke tiga. Karena di posisi ke tiga kamu harus menuruti permintaan semua orang yang menang," kata Cruise sambil mengaitkan bibirnya. 'Permintaan yang menang? Seperti apa?' Jillian mengerutkan keningnya tanpa sadar. "Bagaimana? Apa kamu bersedia?" tanya Cruise sambil mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan sebagai tanda kesepakatan. "Kira-kira seperti apa itu?" Jillian masih ragu untuk menjabat tangan Cruise. Bagaimanapun ia harus hati-hati dengan resiko kekalahannya jika memang itu bisa terjadi. "Rahasia! Yang jelas, bukan sesuatu yang berhubungan dengan tindakan tidak sopan atau semacamnya. Permintaannya bisa berupa, misal aku menyuruhmu untuk tidur di luar, sementara aku di dalam atau bisa juga kamu disuruh untuk mengenakan pakaian badut dan semacamnya." Cruise memberi contoh. "Oh! Oke kalo soal itu!" Jillian dengan yakin menjabat tangan Cruise. Dan senyum Cruise semakin lebar melihat Jillian menyanggupinya. "Kalian sedang membuat kesepakatan apa?" Selena langsung saja menginterupsi begitu keluar dari kamar mandi. Cruise dan Jillian menjelaskan semuanya dan Selena pun berteriak dengan senang sambil mengangkat kedua tangannya di atas tempat tidur. "Haha! Aku yakin kamu pasti kalah, Cruise! Bayangin, pake gaun pengantin aja, Jillian bisa main dengan bagus, apalagi kalo enggak?" cibir Selena. "Kamu juga harus hati-hati! Kalo sampai aku menang atasmu, maka kamu pun harus tunduk pada permintaanku! Dan aku takkan melepaskanmu dengan mudah, Adikku!" Cruise melingkarkan tangannya di bahu Selena sambil berbisik di akhir kalimat dengan penuh ancaman. Selena jadi bergidik membayangkan nasib apa yang akan dia terima jika kalah dari Cruise nanti. Dan ia mendorong tubuh Cruise lalu menggeser duduknya jauh dari Cruise dengan wajah yang tetap mencibir. "Aku takkan kalah darimu, Cruise! Dan jika aku menang atasmu, aku akan membuatmu tidak menghukum Jillian, bahkan aku akan membalikkan keadaan agar Jillian yang menghukummu," ancam Selena sambil mengacungkan telunjuknya di depan wajah Cruise. Sementara Cruise hanya tertawa sinis mendengar ancaman adiknya itu. Ia tau kemampuan Selena dalam ber-selancar dan sejatinya, Jillian jauh lebih baik cara bermainnya dibanding Selena. Jadi? Jelas hanya sebuah mimpi indah jika Selena ingin mengalahkan dirinya atau Jillian.  "Okay! Aku mandi dulu, setelah itu kita cari makan yuk!" ajak Jillian memutus rantai perdebatan di antara kedua kakak beradik itu. "Ok!! Aku sudah lapar!" teriak Selena. Dan teriakannya itu mengakibatkan Cruise dengan telak melempar bantal ke wajahnya sampai Selena hampir terguling ke tepi ranjang. Namun Selena malah tertawa. Ia tidak merasa Cruise telah bersikap kasar padanya. Ia dan Cruise biasa melakukan hal yang lebih heboh dari itu seperti saling memiting, saling membanting dan semacamnya. Ah, sudahlah! Jillian mulai pening melihat kedua bersaudara itu. Dan ia segera masuk ke kamar mandi tanpa berkata apapun lagi. Selena mengambil bantal yang baru saja dilempar oleh Cruise dan memeluknya masih dengan tertawa.  "So, Kakakku. Apakah kamu sudah siap untuk menggantikan calon suaminya yang b******k itu?" Selena kembali mendekat ke Cruise ketika Jillian sudah masuk ke kamar mandi. "Hmm! Enggak! Jillian keliatannya bukan tipeku! Aku suka wanita yang sedikit berisi dalam bentuk tubuh sementara Jillian terlalu kurus badannya dan lagi, dia itu orang yang serius. Aku kurang suka," jawab Cruise sambil kembali memencet remote TV. Mata Selena langsung mendelik mendengar ucapan Cruise barusan. Sementara wajahnya jadi terlihat kesal mendengar ucapan Cruise yang menghina teman barunya. Baginya Jillian baik dan ia jadi heran, kenapa urusan hati harus dikaitkan dengan bentuk tubuh? Para pria memang aneh. Selena sangat bersimpati dengan apa yang sudah menimpa hidup Jillian. Dan Cruise malah menghinanya terlalu kurus dan serius! Betapa tak berperasaannya seorang Cruise ini! Bagi Selena, Jillian sangat cantik dan kalau soal kurus mungkin Jillian baru saja menjalani diet ketat menjelang hari pernikahannya. Bukankah semua wanita yang akan menikah harus menjaga pola makannya agar gaun pengantinnya tidak sesak? Dan soal Jillian yang serius, dia kan baru saja mengalami tragedy dalam hidupnya jadi wajar saja jika dia lebih jarang bicara. Siapapun wanita yang telah mengalami hal seperti itu tidak akan mudah mendapatkan moodnya kembali! Ah! Cruise ini! Benar-benar menyebalkan!! "Tapi? Tadi kamu bilang ingin menaklukkannya sendiri tanpa bantuanku, kan?" Selena bertanya dengan bingung dan juga gemas. Ia merasa Cruise ini semakin lama semakin membuatnya jengkel. Kenapa dia ini plin plan sekali? "Hey maksudku itu, jika aku ingin menaklukkan wanita, itu akan kulakukan sendiri dan bukan dengan bantuanmu! Tapi bukan berarti aku akan menaklukkan Jillian yang jauh dari seleraku," jawab Cruise sambil merangkum wajah Selena yang mulai mengerucut. "Trus ngapain kamu kasih dia ponsel mahal? Bukannya itu berarti kamu suka dengannya." Selena memaksakan tebakannya dan nadanya mulai  terdengar semakin gemas. "No! Aku hanya kasihan padanya, lagian dia memang butuh ponsel kan? Apa salahnya jika aku menyumbang satu untuknya?" Cruise berkata tanpa menatap Selena yang wajahnya mulai berubah-ubah bentuknya dari kerucut ke jajaran genjang. "Menyumbang katamu? Kamu ini sombong sekali, Cruise! Dia tidak butuh belas kasihanmu! Aku akan menyuruhnya untuk mengembalikan ponselnya padamu! Dan tidak perlu lagi menerima barang apapun darimu!" ucap Selena dengan nada sengit! "Ehh ! Ehh!!! Awas sampai kamu lakukan itu ya!! Aku akan menarik semua kartu kredit yang kuberikan padamu! Dan silahkan kamu belanja pake uang tabunganmu sendiri!" ancam Cruise dengan serius. "Tapi aku tidak mau kamu merendahkan Jillian!" tegas Selena dengan wajah kesal. "Siapa yang merendahkan? Aku hanya tau dia sedang butuh ponsel dan aku bersimpati dengannya! Apa masalahnya?" protes Cruise sambil menghempaskan tubuhnya di atas kasur. Selena memutar bola matanya. Ia ingin Cruise mengejar Jillian. Tapi bagaimana caranya ia bisa mempengaruhi kakaknya ini? Tadi ia sempat berpikir bahwa Cruise akan menyukai Jillian. Tapi nyatanya ... itu hanya sebuah simpati bagi Cruise! "Kamu sebenarnya menyukai wanita yang seperti apa sih, Cruise?" Selena jadi merasa insecure sendiri sekarang.  "Hm! Seperti apa ya? Tubuhnya harus montok seperti Francesca, senyumnya merekah seperti Diane, tubuhnya tinggi seperti Lauren, matanya indah seperti Emma, rambutnya bergelombang seperti milik ...." "Ihhh!!!! Kamu ini!!! Sok kegantengan banget!!!" Selena dengan gemas menutup wajah Cruise yang sedang berbaring dengan bantal, lalu menekannya dengan kuat sehingga Cruise jadi sudah bernafas. "Mmmphhh!! Mmmphhh!!" Cruise berusaha melepaskan bantal dari wajahnya namun Selena malah menekannya dengan kuat. "Hey!! Hey!! Stop!! Selena! Berhenti!! Kamu apa-apaan?!" Jillian yang baru saja keluar dari kamar mandi segera menolong Cruise yang kesulitan bernafas. Dengan panik ia membantu Cruise untuk melepaskan bantal yang menutupi wajahnya dan menghalau tekanan Selena yang sangat kuat. Dan bisa dibayangkan wajah Cruise sudah berubah warna jadi hijau dan biru karena kehabisan oksigen. Sementara tampang Selena terlihat masih sangat jengkel mengingat ucapan Cruise barusan. Ia tidak suka Cruise membandingkan antara Jillian dengan para wanita yang disebutkan oleh Cruise. Mereka semua adalah wanita yang bersedia melakukan apapun untuk mendekati pria kaya! Jadi jelas saja Selena tidak pernah suka dengan mereka. Tidak ada yang tulus dalam mencintai kakaknya selama ini. "Aku tidak mengerti dengan kalian ini, kenapa kalian jadi saling ingin membunuh? Bukankah kalian ini bersaudara?" Jillian masih bingung menatap kedua bersaudara ini. Cruise terlihat terengah-engah dan mengatur nafas sementara Selena masih menatap Cruise dengan penuh dendam. Dia tidak mungkin mengatakan ke Jillian bahwa ia bertengkar gara-gara sakit hati karena Cruise membandingkan Jillian dengan wanita lain.  "Kami memang bersaudara tapi, kami memiliki banyak perbedaan," jawab Selena dengan ketus dan ia pun pergi keluar kamar meninggalkan Jillian dan Cruise berdua. "Apa yang sebenarnya terjadi, Cruise? Kalian bertengkar tentang apa?" Jillian duduk di ujung ranjang sambil menatap Cruise yang duduk bersila di ranjangnya. "Tidak ada, Jillian. Hanya sebuah pertengkaran kecil antara kakak dan adik. Dan itu sudah biasa terjadi diantara kami." Cruise berbicara sambil bangkit berdiri dan pindah ke sofa. "Ayo, bersiaplah. Kita harus sarapan bukan?" Cruise mengingatkan. Jillian mengangguk dan sesudah menyelesaikan segala sesuatunya, mereka keluar dan mencari Selena. Selena ternyata bersandar di bawah pohon Palm di dekat Cottage. Wajahnya masih terlihat kusut. Dan begitu Selena melihat Cruise dan Jillian datang, ia merubah mimik wajahnya lalu menghampiri mereka berdua. "Selena, apakah kamu baik-baik saja?" Nada Selena terdengar cemas. "Tenang saja, Jillian. Aku akan memberi pelajaran berharga kepada kakakku ini!" ucap Selena sambil menatap Cruise tajam. Sementara Cruise, ia hanya tersenyum santai mendengar nada suara Selena. Ancaman Selena sama sekali tidak ada yang berbahaya selama ini! Justru ancamannya lah yang seringkali mematikan langkah Selena. "Ah! Sudah! Sebaiknya kita sarapan dulu lalu kita ke pantai, okay!" Jillian berusaha membuat Selena melupakan dendamnya ke Cruise dan ia melingkarkan lengannya ke lengan Selena. Selesai dengan acara makan pagi, mereka bertiga sesuai rencana pergi ke pantai untuk ber-selancar namun sebelumnya, Cruise memisahkan diri dari Selena dan Jillian. Membuat Selena kembali cemberut.  "Kamu ini kenapa, Sel? Aku tidak mengerti dengan kebiasaan kalian yang senang sekali bertengkar. Bukankah berdamai itu lebih menenangkan?" Jillian berusaha membuka cara pikir Selena. "Ah! Kamu tidak mengerti masalah kami, Jill. Cruise itu benar-benar menyebalkan!!! Seperti saat ini! Dia sendiri yang ngajak kita ber-selancar, lalu kemana dia sekarang? Pergi tanpa pamit! Benar-benar tidak bertanggung jawab bukan?" Selena menghentakkan kakinya di pasir pantai persis seperti anak kecil yang marah karena tidak dibelikan balon. Jillian pun melayangkan pandangannya ke seluruh pesisir pantai. Suasana pantai dipenuhi wisatawan asing. Banyak orang yang berjemur dan sebagian juga sedang bersiap menunggu ombak datang. Namun sosok Cruise tidak ia lihat.  "Ah! Sudah. Tidak perlu dipikirkan. Sebaiknya kita berenang saja! Lagian aku juga tidak memiliki papan selancar." Jillian mengangkat bahunya sambil tersenyum. Jillian mulai melepas kaosnya dan hanya mengenakan bikini saja. Ia mulai membentangkan kain di pasir putih itu dan berbaring di atasnya sambil menggunakan kacamata hitam menantang matahari. Tubuh rampingnya terpapar matahari dengan sempurna. Sementara Selena menggelengkan kepalanya melihat Jillian yang benar-benar cuek dan tidak perduli dengan sekelilingnya. Tapi ia tidak ingin mengikuti jejak Jillian. Niatnya adalah mengalahkan Cruise dalam pertarungan ber-selancar nanti. Jadi ia pun kembali menoleh ke kanan dan ke kiri untuk mencari sosok Cruise yang sangat ingin ia benamkan ke dalam laut lepas untuk dijadikan makanan sang Megalodon. "Jill, aku ada urusan bentar. Sebentar lagi aku kembali." Selena berdiri dan meninggalkan Jillian yang asyik menikmati sinar matahari yang mulai panas itu. Namun belum berselang lima menit sejak Selena menghilang, seorang pria tiba-tiba menemani Jillian berbaring di sisinya. ***** Next chapter: "Tidak!! Kamu membohongiku, kan? Dia hanya teman barumu! Aku bahkan tidak pernah melihat dia memelukku ataupun menggandengmu! Kalian bertiga hanya berteman! Aku tau itu, Jillian!! Kamu tidak akan semudah itu berpaling dariku! Kamu masih mencintaiku, 'kan?" Elton berkata dengan penuh percaya diri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD