54

1161 Words

Keesokan harinya... Arga mengantar Shila kontrol rutin ke rumah sakit. Tapi saat mereka masuk ruang pemeriksaan, dan dokter kandungan tampan menyapa ramah sambil menyorotkan senyum profesional, Arga langsung waspada. "Silakan baring, Bu Shila," kata dokter. "Kita cek perkembangan si kecil, ya?" Shila tersenyum ramah. Tapi Arga ... menyipitkan mata curiga. Apalagi ketika tangan dokter menyentuh perut Shila untuk memeriksa posisi bayi. "Eh, pelan -pelan dong, Dok. Itu istri saya ..." gumam Arga sambil duduk gelisah di kursi samping. Dokter hanya tertawa kecil. "Tenang, Pak. Sudah biasa kok. Saya tangani pasien hamil setiap hari." Shila hanya bisa menahan tawa melihat ekspresi cemburu Arga yang jelas -jelas merasa dokter itu terlalu nyaman di sekitar perutnya. Dan setelah pemeriksaan s

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD