53

1398 Words

Sore itu, hujan turun perlahan. Rumah mereka yang hangat dihiasi aroma vanila dari lilin aromaterapi yang menyala di sudut ruang tamu. Shila duduk di atas sofa panjang dengan bantal -bantal empuk mengelilinginya. Perutnya yang semakin membuncit tampak menggemaskan dalam daster tidur motif bunga lembut. Arga baru saja pulang kerja, jasnya sudah ditanggalkan, dasinya dilepas dengan satu tangan, sementara matanya langsung tertuju pada perempuan yang membuat hatinya tak tenang meski hanya ditinggal beberapa jam saja. "Sayang ..." panggil Arga, langsung menjatuhkan diri duduk di sisi Shila dan mengecup lembut pipinya. Shila pura -pura manyun, membalas ciuman itu dengan cubitan kecil di dagu Arga. “Lama banget sih pulangnya.” "Maaf, pasien emergency. Tapi kamu kangen ya?" goda Arga, menempel

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD