Teriakan Maria membuat kepala semakin sakit. Leah beranjak dengan perlahan. Entah apa yang diinginkan oleh wanita itu, seharusnya dia mencari Jayden di kantornya. “Keluar kau!” Maria kembali berteriak dan memukul daun pintu. Mendengar teriakannya itu, sepertinya Maria datang untuk mencari gara-gara dengannya. Apa wanita itu pikir dia akan takut? Dia sudah lelah dengan kehidupannya. Segala cemooh dan caci maki yang dia dapatkan, telah cukup baginya. Dia hanya ingin memiliki hidup damai di sisa hidupnya yang mungkin saja tinggal sedikit jadi jangan wanita itu kira dia akan takut dengannya. “Keluar!” Maria berteriak untuk kesekian kali. Dia tahu Jayden tidak ada di rumah, jadi ini adalah waktu yang tepat untuk membuat perhitungan dengan si pembawa sial itu. Maria kembali berteriak, dia

