08

1485 Words

Kamila menarik napas dalam, kemudian menghembuskannya, setelah berseru demikian pada Jeno. Mati-matian ia sudah menahan diri untuk tidak mengungkapkan perasaannya, tapi Kamila gemas dan kesal sendiri, karena Jeno tiba-tiba menghindarinya sejak makan malam waktu itu. Kamila berpikir Jeno pasti salah faham. Menganggap ia menyukai Tora juga, makanya Kamila merasa ia harus meluruskan semua itu. Jeno mematung sejenak. Dadanya berdegub kencang, ia berharap apa yang ia dengar barusan bukanlah mimpi. Dengan langkah hati-hati, ia berbalik badan lagi ke arah pagar balkon, untuk menatap gadis itu yang kini sedang membuang muka. Jeno meraih ponsel yang berada di saku celananya, kemudian menghubungi Kamila, yang membuat gadis itu terkejut mendengar ponselnya tiba-tiba berdering, ia pun buru-buru mer

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD