Semenjak acara syukuran tempohari, Mas Baska sudah tak lagi menyembunyikan statusnya pada siapapun. Rupanya hal itu berimbas pada kehidupan bertetangganya. Siapa lagi kalau bukan dengan Bu Wati dan Mbak Ning. Setelah keributan di kantor Mas Baska, membuat nuansa bertetangga pun menjadi tak nyaman. Bahkan Cahaya tak menolak ketika dirinya mengajak pindah rumah. Apalagi, Bu Rini sekarang sering datang dengan memberi yang meminta timbal baliknya. Memberi mainan seharga dua puluh lima ribuan, pulangnya minta uang katanya buat tambahan bayar arisan, tak banyak paling dua atau tiga ratus ribuan, tapi sering. Yang membuat Cahaya tak nyaman, Bu Rini pun selalu saja mengungkit jasanya ketika membantu mencarikan rumah itu, meskipun dari uang Cahaya semua yang bayarnya. Padahal dulu saja dia tak mau

