Mbak Fiska sejak tadi mondar-mandir di dalam kamar. Ponsel Mas Fajri yang tak aktif membuatnya makin uring-uringan. Apalagi terbukti sudah alasan lembur yang diberikannya selama ini hanya sebuah kebohongan. “Gak ada yang lembur, Bu! Selama ini jarang sekali ada yang lembur pada saat weekend.” Keterangan dari security yang berjaga di tempat Mas Fajri bekerja benar-benar melukai perasaan Mbak Fiska. Dia pun menelpon Mas Baska karena jika Mas Fajri pergi bersama Cahaya pasti perempuan itu juga sedang tak ada di rumah. “Hallo, Assalamu’alaikum, Mbak!” “Baska, istri kamu ada di rumah gak?” Tak ada basa-basi, Mbak Fiska langsung saja pada inti persoalan. “Sedang pergi, Mbak. Bapak kambuh lagi semalam sakitnya.” “Jadi, istri kamu sejak malam gak pulang juga?” “Iya, Mbak. Nginep di

