Hari ini, jika biasanya dia sudah berada dalam sanggar seni di jam-jam seperti ini, maka lain untuk hari ini. Mengambil cuti hanya untuk menepati perkataannya atas permintaan Arza yang dua hari yang lalu meminta dirinya untuk mengantarkan makan siang ke perusahaannya, ke ruangan si bos besar itu tentu saja. Dan di sinilah Areta, berkutat di dapur memasak seadanya yang ingin dia masak dan sekiranya cocok dimakan untuk hari ini, dengan cuaca yang tampak tak terlalu cerah juga tak mendung ini. "Loh, tumben di rumah." Suara mama terdengar masuk ke pendengarannya. Menoleh sebentar lalu kembali sibuk dengan menyusun bekal yang akan dia bawa di suatu tempat yang tadi telah dia siapkan. "Nggak di rumah, dibilang jarang di rumahlah, apalah, giliran sekarang udah di rumah, dibilang tumben. Mama m

