Jam kelas yang dia ajar, sudah habis. Beberapa mahasiswanya sudah berhamburan ke luar untuk pulang menjemput berbagai aktivitas yang telah menunggu. Berbeda dengan Areta yang baru saja ke luar setelah tadi sempat berbincang ringan dengan mahasiswanya yang masih betah berada di dalam sana. “Ya Allah!” Areta kontan terkejut. Bagaimana tidak, Arza dengan tak kasat matanya sudah berdiri saja di samping pintu. Areta tentu saja spot jantung dibuatnya. Masih dengan perasaan kesal yang begitu kental, Areta least satu pukulan tak main-main di bahu Arza yang mengaduh kesakitan. “Ngapain sih! Kayak setan tau nggak!” sarkas Areta dengan kedua alis menukik tajam. Arza sendiri hanya sunggingkan senyum tipis, agak lucu melihat betapa senangnya melihat raut terkejut Areta yang benar-benar terkejut. La

