Impian Anaya

1130 Words

Bias orange pada langit senja, membuat kilau pada matahari kian pudar. Kalau orang bilang, bulan yang sebentar lagi akan bertugas. Jam kini sudah menunjukkan pukul 16.25 hanya ada waktu satu jam lagi sebelum Areta, si dosen muda incaran pangeran kampus itu usai dari pekerjaannya. Maka di sinilah Anaya. Datang dengan sepeda matic peninggalan kakeknya, untuk segera sampai di ruangan si dosen. Menepat janjinya yang tadi siang baru saja dibuat. Berjalan di sepanjang koridor, dengan senyum manis yang tak henti mengembang semenjak gadis itu mendapat kabar mengenai pekerjaannya. Bahagia sekali tentu saja. Ini adalah hal yang dapat menunjang kelangsungan hidupnya dan juga si adik dan ibunya. Semoga saja, dengan begini,dia bisa membiayai pengobatan sang ibu dan sekolah sang adik. Tak muluk-muluk

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD