Hampir setiap hari, Revan mengirim bunga dan juga makanan untuk Arabella. Ia seperti tahu, kapan wanita itu berada di kantor dalam keadaan lapar. Revan seperti memiliki mata-mata yang tahu apa yang dilakukan Arabella di kantor nya. Seperti hari itu, di saat perut Arabella minta di isi, asisten kepercayaan nya langsung datang untuk membawa makanan dan juga cemilan kesukaan nya. "Bella, aku tahu kamu sedang lapar. Jangan lupa di habiskan." Revan selalu saja begitu perhatian pada Arabella. Sebenarnya, sudah sejak dulu ia memiliki rasa pada nya. Namun, Revan tidak berani. Ia tidak ingin mengungkapkan perasaannya pada Arabella yang saat itu baru saja di khianati oleh pasangan nya. Revan saat ini, memberi sedikit ruang agar Arabella bisa bernafas lega. Pria itu, hanya memandang sang pujaan

