Suara tawa para madu terdengar dari halaman belakang. Seperti nya mereka sedang bahagia. Entah apa yang terjadi, Arabella tentu saja tahu. Selama beberapa hari ini, dua madu itu selalu saja mual di pagi hari. Tanpa memeriksa kan diri nya ke dokter kandungan, mereka sudah merasa jika saat itu sedang hamil. "Mereka kenapa sih? Kok berisik sekali. Sungguh mengganggu tidur ku di pagi hari." Mita begitu kesal mendengar suara tawa wanita-wanita itu. "Wajar saja mereka seperti itu. Benih suami ku memang tidak di ragukan lagi." "Apa maksudmu? Arabella, kau tahu jika mereka berdua hamil?" "Ya. Kau harus mengucapkan selamat pada ku. Karena sebentar lagi aku akan memiliki dua bayi sekaligus di dalam hidup ku." "Tidak mungkin. Itu sama sekali tidak mungkin. Bagaimana mereka bisa hamil? Pasti ad

