“Cium aku…” Hanya dua kata! Tapi kata-kata tersebut mampu membuat warna muka Arissa berubah semerah kepiting rebus dan gugup setengah mati. Cristan sangat menikmati pemandangan di hadapannya saat menggoda gadis ini sekarang. “Jadi…?” tanya Cristan lagi dengan posisi tubuh yang sama dengan mata mengerling nakal. Arissa menarik nafas dalam-dalam berkali-kali untuk menenangkan dirinya. “Ok..” katanya pelan. “Tutup matamu..” Cristan menurut dan menutup matanya perlahan. Ketika tiba-tiba kemudian ia merasakan sebuah sentuhan lembut secepat kilat di pipinya dan sebuah langkah panic yang tergopoh-gopoh pergi lalu ia mendengar suara pintu dikunci dari dalam. KLIK! Cristan membuka matanya. Sosok Arissa dan laptopnya sudah menghilang dari sampingnya. Ia masih termangu-mangu bingung s

