“ARISSSSAAAAAAA…..” Suara teriakan yang menggelegar langsung menyentak mereka berdua. George sedang berlari kea rah mereka sambil melambaikan kedua tangannya ke atas lebar-lebar. Arissa bangkit berdiri sambil tersenyum. “Ada apa, George?” Dalam waktu singkat, George sudah sampai di depan mereka. Wajahnya memerah karena habis berlari dan raut wajahnya berseri-seri. “Ibuku baru saja membuat mengeluarkan pudding pannacotanya dari dalam kulkas dan ia menyuruhmu untuk cepat pulang untuk mencicipinya. Kau pasti suka! Puding pannacota ibuku terkenal sekali di daerah sini…” kata George berapi-api. Tangannya langsung menarik tangan Arissa yang masih terpaku bingung karena cepatnya kalimat George tadi. Tapi, dengan pasrah, Ariss lalu mengikuti langkah kaki George yang langsung mengajaknya ke ru

