Segel

1401 Words

"Jangan pura-pura memelas dengan airmatamu. Aku tidak akan terpedaya olehmu. Sudah cukup suamiku yang telah kamu butakan dengan kecantikan dan kemolekan tubuhmu." ujarku tajam tanpa menatap mata perempuan itu. Tangisnya masih terdengar dengan airmata yang membanjiri pipinya. “Bagaimana kabarnya Mas Dandi, Mbak? Apakah dia baik-baik saja? Lantas, bagaimana kelanjutan pemeriksaannya?” alihnya agar aku tidak mencercanya dengan perkataan kasar. “Oh, masih ingat juga ternyata kamu sama Mas Dandi. Sudah hampir satu minggu Mas Dandi berada disana, kamu tidak pernah sekalipun berusaha mengunjunginya. Padahal kurang apa Mas Dandi sama kamu. Rumah mewah beserta isinya, mobil mewah, belum lagi isi tabunganmu.  Puas menguras kantong Mas Dandi, sekarang kamu pura-pura tidak tahu. Memang parasit!” c

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD