Hanum adalah istriku yang polos, lugu dan bersahaja. Aku mengenalnya saat aku masih duduk di kelas 2 SMA. Hadi sahabatku adalah kakak kandung Hanum. Kemanapun aku pergi, akan selalu ada Hadi. Aku sering bermain di rumah Hadi. Dengan alasan sedang tidak ingin berada dirumah. Aku telah sering bertemu Hanum yang masih SMP. Wajah sayunya yang menyejukkan kerap kali menari-nari di pelupuk mataku. Ya, aku tergila-gila padanya. Namun, aku tidak memiliki keberanian untuk menyatakan perasaanku. Aku takut akan kecewa dan Hanum tidak mau lagi bertemu denganku. Hanya dengan melihatnya, aku sudah cukup merasakan bahagia. Tidak ada yang mampu mencuri hatiku kecuali Hanum. Karena Hanum adalah cinta pertamaku. Aku terus menjaga hatiku agar senantiasa tidak berpaling ke wanita lainnya. Aku ingin memiliki

