Ponselku bergetar. Jam menunjukkan pukul 18.00. kulihat di layar “Ibu Tercinta” menghubungiku. Nola yang sedang bermalas-malasan di pelukanku kuberi kode dengan telunjuk di bibirku. Dia mengganggukkan kepala tanda mengerti. “Assalamualaikum, Bu. Ibu sudah sampai?” “Waalaikumsalam. Ibu sudah sampai. Tapi istrimu keterlaluan. Istrimu berani melawan ibu. Apa saja yang telah kamu ajarkan kepada istrimu itu. Dia sudah kurang ajar. Ibu belum disiapkan makan sedari tadi, dia malah tidur dan mengunci dirinya dikamar. Kalau begini terus, Ibu tidak mau lagi mengunjungimu.” Ibu bercerita panjang lebar padaku tentang Hanum. Aku yang mendengar hal itu seolah shock. Tidak mungkin Hanum akan berbuat seperti itu. Aku tahu benar bagaimana Hanum. Dia istri yang taat, patuh dan sopan. Tidak mungkin rasa

