Motor kulajukan perlahan menuju lokasi ruko yang akan dirnovasi untuk warung yang akan kukelola. Pada akhir pekan begini jalanan tidak begitu ramai. Aku bisa melajukan motorku dengan sedikit lebih kencang. Akan lebih baik bila aku segera tiba di ruko sebelum para pekerja itu datang. “Yang. Sudah benar-benar kamu pertimbangkan rencana untuk membuka warung?” teringat pertanyaan Mas Dandi sewaktu aku akan berangkat. “Ya, pasti sudah di pertimbangkan. Memang kenapa, Mas?” tanyaku balik. “Kamu nanti tidak bisa meluangkan waktu untukku dan anak-anak.” katanya lagi. “Mas, selama ini aku sudah melakukan yang terbaik untuk keluarga, masih saja disalahkan. Jadi, aku ingin memilih jalan ini dengan sengaja. Aku juga butuh pengakuan untuk diriku sendiri. Akan lebih baik bila yang kulakukan dicela k

