Haydar dan Jasmine terpaksa kubawa bersamaku. Tidak mungkin membiarkan Pak Farid mengawasi tukang lebih lama. Rasa puas kurasakan setelah memberikan ultimatum pada Ibu Mertuaku. Kali ini dia harus melihat bahwa aku bukan lagi Hanum yang dulu selalu mengiyakan apapun yang dikatakannya. Mungkin inilah yang dikatakan sebagai batas sabar. Mestinya kesabaran itu tidak berbatas. Namun kembali lagi, aku hanyalah manusia biasa. Jauh dari sempurna. Aku yang dulu mungkin akan diam saja menghadapi semua omelan Ibu. Tapi kini tidak lagi. Aku sudah muak dijadikan babu oleh mereka. Mudah-mudahan saja ibu dapat berubah setelah perdebatan kami pagi ini. Masih kusayangkan sikap Mas Dandi yang begitu saja pergi meninggalkan kedua orang anaknya. Meskipun tahu arah dan tujuannya kemana, sudah tidak kuambi

