Janji

1380 Words

Satu hari sebelum berangkat menemui Mas Dandi, sempat terjadi perbincangan dengan ibu di beranda rumah. Saat itu suasana sore sangat begitu sejuk. Angin semilir meniup dedaunan yang ada di setiap ranting dari pohon klengkeng di depan rumahku. Kala itu hari Jum’at. Kuputuskan bahwa setiap hari Jum’at meliburkan warung. Aku ingin focus ibadah dan menikmati hari dengan kedua orang buah hatiku, Haydar dan Jasmine. Ketika sedang beranda di beranda rumah menemani Haydar dan Jasmine bermain di halaman depan rumah, ibu mendatangiku. Duduk di kursi teras di sampingku dengan tatapan mata kosong. Sempat kulirik arah pandangan ibu, tapi nihil. Wajahnya sendu. Sepertinya banyak hal yang dipikirkannya. Ingin kuajak berbicara, tapi kuurungkan niatku. Tak ingin mengganggunya. Kualihkan arah pandangan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD