Aku ingin pergi sejauh aku mampu. Tapi waktu seolah membeku. Mempermainkan keteguhan hatiku. Cinta ini begitu egois. Menyiksa luka yang mulai terkikis. Mengusir harapan yang tak mampu kutepis. ________________&&&________________ Sebagai seorang dokter Galih tidak mungkin mengabaikan tugasnya. Galih tetap bekerja seperti biasa, hanya saja sekarang Galih lebih banyak diam. Berbicara dengan Dita asistennya saja hanya karena adanya kepentingan tentang urusan pekerjaan. Dita yang merasakan perubahan sikap Galih pun hanya bisa membisu meskipun Dita tahu penyebabnya. Dua kali dalam sepekan ini Dita menjadi saksi pertengkaran antara Galih dan Chelsea di ruangan praktik. Perempuan itu masuk ke ruangan praktik secara paksa tanpa seizin Galih. Dita pun merasa geram dengan sikap Chelsea tapi Dita s

