bc

Night With(out) You

book_age18+
11.4K
FOLLOW
98.9K
READ
love-triangle
love after marriage
dare to love and hate
doctor
sweet
bxg
brilliant
city
office/work place
teacher
like
intro-logo
Blurb

Spin off Night With CEO

NIGHT SERIES #2

18+Warning

Diharapkan bijak dalam memilih bacaan. Pembaca di bawah umur minggir.

Sekuat apa pun kau ingin merobohkan dinding hatiku semakin hatiku bertahan untuk selalu memujanya. Karena sejatinya rasa kita tidak akan pernah bermuara dan menetap menjadi cinta.

Galih Ramadhan

Suatu hari nanti kau akan sadar jika ketetapan hatiku adalah nyata. Dan aku tidak akan pernah berhenti mendamba. Nanti, bila waktu itu tiba kau akan mengerti bahwa hanya akulah wanita yang mencintaimu dengan paripurna.

Hasna Hanifah

Bagaimana jadinya jika dua hati yang saling berseberangan harus disatukan dalam ikatan suci pernikahan? Sanggupkah pernikahan itu bertahan ataukah harus berakhir dengan cara paling menyakitkan yaitu perceraian?

Judul : Night With(out) You

Author : Farasha

Genre : Romance

Tokoh : Galih & Hasna

Cover by Leonidas_design

chap-preview
Free preview
1. It's not Bad Wedding
Teruntuk hatimu yang telah membeku. Aku adalah serpihan rasa yang selalu merindu. Mengiba terbalas oleh sang waktu. Merenda asa pada sang pengampu. _______________&&&________________ Di balik pintu kamar dengan dekorasi mewah dan romantis seorang gadis tengah berdiri mematung dengan pandangan takjub. Netra indahnya dengan jeli memindai ke seluruh sudut kamar dengan dekorasi serba putih tersebut. Taburan kelopak bunga mawar memenuhi ruangan serta ranjang berukuran king size dengan bentuk tanda hati. Seketika pipinya memerah bersamaan dengan wajahnya yang memanas kala membayangkan apa yang tengah menanti dirinya malam ini. Gadis itu melangkahkan kaki secara perlahan, tampak ia sedikit kesulitan dengan gaun panjang menjuntai nan indah yang tengah membalut tubuh rampingnya. Terdengar helaan napas panjang setelah gadis itu berhasil duduk di tepi ranjang. Jemarinya meraih taburan kelopak bunga mawar itu lalu menghirup aroma wanginya dengan mata terpejam. Hari ini adalah hari terindah dalam hidupnya, menikah dengan pria berparas rupawan sesuai dengan standar kriteria suami idaman menjadi suatu keberuntungan tersendiri bagi gadis itu. Pria tampan, mapan, smart, dan ramah yang berprofesi sebagai dokter spesialis jantung. Untuk sifat ramah sepertinya tidak berlaku untuk dirinya. Pria berkacamata itu selalu bersikap dingin dan pedas jika tengah berbicara padanya. Gadis itu sadar 100% jika pernikahan mereka terjadi lantaran perjodohan oleh kedua orang tua mereka. Bahkan pria itu telah memberikan dua pilihan padanya. Batal atau menikah? Tapi gadis itu lebih memilih menikah meskipun tanpa dilandasi rasa cinta. Ia tidak akan mampu mengecewakan hati kedua orang tuanya. Terutama ayahnya yang saat ini tengah menderita sakit stroke. Semampunya ia akan membahagiakan kedua orang tuanya meskipun kebahagiaan dirinya sendiri dipertaruhkan. Gadis itu Hasna Hanifah. Gadis periang berlesung pipi berusia 24 tahun yang berprofesi sebagai guru di salah satu SD Negeri di Jakarta Pusat. Gadis berdarah Jawa Betawi itu terpaksa menerima perjodohan itu karena ia tidak ingin menjadi anak durhaka. Selain itu, Hasna merasa klik di hari di mana mereka bertemu untuk pertama kalinya. Di sebuah kafe pria itu dengan singkat tanpa basa-basi mengungkapkan keinginan untuk membuyarkan rencana perjodohan mereka yang justru menarik rasa simpatik Hasna. Ia suka pria dingin dan datar. Ia merasa tertantang untuk menaklukkan pria itu seperti dirinya yang selalu berhasil memenangkan hati anak didiknya. Kuncinya hanya satu, tulus mencintai. Hasna segera bangkit lalu berpindah tempat di kursi yang berada di depan meja rias. Sembari melepaskan aksesoris di kepalanya Hasna menelisik penampilannya hari ini yang terlihat sangat berbeda. Hasna tersenyum hambar kala mengingat tatapan datar suaminya saat mereka dipertemukan di depan meja penghulu, ayah, dan para saksi. Tidak ada sorot kekaguman atau memuja di sana. Apalagi cinta. Sepertinya membuat pria itu jatuh cinta padanya akan menjadi sesuatu yang tak mudah. Namun, apa salahnya mencoba. Siapa yang akan mengira jika dikemudian hari justru keadaan terbalik. Pria dingin itulah yang akan memujanya. Hasna masih terdiam setelah berhasil mengurai rambut sebahu miliknya dan membersihkan make up di wajahnya. Tangannya terulur ke arah belakang, mencoba meraih kancing yang berbaris rapi di punggungnya. "Aduh susah banget sih!" Keluh Hasna saat jemarinya tak berhasil menggapai kancing di punggungnya. Ia mencoba lagi dan lagi tapi jemarinya hanya berhasil melepaskan beberapa kancing saja. Hasna mencoba menarik gaun itu ke bawah dan berhasil melorot sedikit sampai ke dad@, menampilkan dua gundukan indah miliknya yang terlihat menyembul karena tekanan gaun pengantinnya. Hasna menarik napas panjang lalu menahan sejenak di dad@. Tak lama hembusan napas kasar lolos yang terdengar menemani satu-satunya mesin yang menjadi irama dalam kamar tersebut. Bahkan mesin pendingin itu tak mampu mencegah peluh yang mulai memenuhi tubuh Hasna karena usahanya yang tak membuahkan hasil. Hasna masih terdiam di depan meja rias seraya memejamkan mata dengan wajah bertumpu pada kedua tangan saat tiba-tiba sebuah jemari melepaskan satu kancing bajunya. Tubuh Hasna seketika membeku saat kedua matanya terbuka lebar dan mendapati pria dingin itu berdiri di belakang tubuhnya. "Bilang saja klo membutuhkan bantuan!" Ujar pria bernama Galih itu sembari melepaskan satu persatu kancing dari lubangnya. Hasna masih mematung saat gaun yang dikenakannya berhasil membebaskan nafasnya yang sedari tadi terasa sesak, gaun itu berangsur turun tanpa disadarinya. Galih yang hanya fokus melihat punggung mulus milik Hasna seketika membeku saat tanpa sengaja melihat pemandangan indah yang terpampang nyata dari balik pantulan cermin di hadapannya. Namun logikanya dengan cepat berhasil mengembalikan kesadarannya. Pria itu berdeham untuk melonggarkan tenggorokannya yang terasa tercekat. Ia dekatkan wajahnya di sisi wajah Hasna, menatap lurus ke arah cermin seraya memupus jarak di antara mereka lantas berbisik, "Kamu tidak perlu repot-repot menggodaku karena itu tidak akan pernah berhasil." Deg... Ucapan Galih sukses menyadarkan lamunan Hasna. Gadis itu terperanjat lalu dengan cepat menarik gaunnya yang telah melorot hingga ke perut ratanya. Menutup tubuh bagian atasnya yang hanya tertutup oleh bra tanpa tali. Galih tersenyum sinis sembari menarik diri dari sisi wajah Hasna, lalu melepaskan jas, dasi, serta kemeja putih yang dikenakannya dan melemparkan ke atas ranjang tanpa mempedulikan Hasna yang tampak semakin gelisah. Namun detik berikutnya keadaan berbalik menyerang Galih. Dengan santainya Hasna malah membiarkan gaun pengantinnya jatuh di antara kedua kakinya. Hasna meninggalkan gaun pengantinnya yang teronggok di atas lantai lalu hanya dengan underwear yang tersisa di tubuhnya Hasna memasuki kamar mandi. Sesampainya di kamar mandi Hasna langsung menyalakan shower untuk membasahi kepalanya. Otaknya seketika korslet karena hanya untuk membuktikan pada Galih jika dirinya bukanlah wanita lemah ia sampai dengan sadar mengesampingkan rasa malunya. "Sumpah Hasna, ini adalah hal tergila yang pernah lo lakukan seumur hidup lo!" Gumam Hasna dalam hati sembari mencoba meredam debaran liar jantungnya. Di sisi ranjang tubuh Galih masih membeku setelah menyaksikan bagaimana lekukan indah tubuh Hasna yang baru terpampang di depan mata. Dia memang tidak tertarik sama sekali dengan Hasna tapi ia pria dewasa normal yang akan merasa gerah jika melihat tubuh molek seorang wanita apalagi Hasna adalah istri sah yang halal untuk ia gauli kapan pun ia mau. "Sial!" umpat Galih lalu membanting tubuhnya di atas ranjang. Kedua tangannya mengacak kelopak-kelopak bunga berbentuk hati yang berada di tengah ranjang tersebut dengan kesal. Tak lama setelah Galih berhasil meredam gejolak di dalam dirinya Hasna ke luar dari kamar mandi hanya dengan mengenakan selembar handuk yang menutupi dad@ hingga paha. Spontan Galih menatap Hasna dengan tatapan tak terbaca, sisa air yang bergulir dari rambut basah Hasna ke bahu polosnya membuat Galih menelan salivanya dengan susah payah. Tatapan Galih beralih ke paha mulus Hasna yang terekspos dengan nyata. Mendadak otaknya traveling membayangkan tubuh polos Hasna di balik handuk itu. "Abang nggak mandi?" Ujar Hasna yang seketika menyentak kewarasan Galih. Pria itu segera mengalihkan pandangan lalu mengambil handuk dari lemari dan masuk ke dalam kamar mandi dengan cepat. Senyuman terkembang di kedua sudut bibir Hasna kala melihat bagaimana Galih menjadi gelisah saat melihat tubuhnya. "Sok-sokan kuat!" Cibir Hasna lalu segera membuka lemari untuk memilih gaun tidur yang akan dikenakannya malam ini. "Ini baru pembukaan Abang dokter ganteng!" Gaung hati Hasna sembari memilih lingerie paling seksi yang sudah tersedia di lemari. Ia akan mengikuti semua ide mama mertuanya meskipun terdengar sangat konyol. Dan tentu saja Hasna juga akan mengikuti alur permainan Galih dengan senang hati. Lagi. Tubuh Galih membeku seketika saat melihat Hasna yang tengah duduk di tepi ranjang dengan kedua tangan sibuk mengoles lotion di kaki mulusnya. Hasna mengurai senyuman pada Galih yang masih mematung di tempat, "Abang laper nggak? Perutku laper banget nih!" Tanya Hasna yang sukses membuat Galih tersadar. Hasna menatap Galih sekilas lalu segera beranjak dari atas ranjang. "Apa nggak ada pakaian lain yang bisa kamu kenakan? Dari pada kamu pakai baju kurang bahan gitu mending telanjang sekalian," kesal Galih tanpa berniat menjawab pertanyaan Hasna sebelumnya. "Coba deh Abang lihat isi walk in closet ! Mama hanya nyiapin lingerie di lemari itu! Lagian nggak ngaruh juga kan buat Abang, mau Nana pake baju atau nggak pake sekalipun." Ucap Hasna sambil menikmati ekspresi kesal Galih. Hasna berpura-pura tak acuh saat jantungnya kembali berulah. Tak bisa ia pungkiri pria yang baru beberapa jam lalu resmi menyandang status suaminya itu justru terlihat sangat seksi saat buliran air bergulir melewati dad@ sixpack yang jelas terbentuk karena rutin berolahraga. Rasanya Hasna ingin sekali memeluk dan menghidu aroma maskulin pria itu. Mendadak otak Hasna traveling membayangkan adegan-adegan romantis seperti dalam novel-novel yang pernah ia baca. Kedua alis Galih berkerut dalam saat melihat senyuman tipis di bibir gadis itu. "Kenapa kamu lihatin aku seperti itu?" Kesal Galih dengan tatapan tajamnya. "Abang seksi! tapi sayang Nana harus bersabar dulu." Ucap Hasna menggantung dengan nada menggoda yang seketika membuat Galih penasaran dengan isi kepala gadis yang dianggapnya masih labil tersebut. "Maksudnya?" Sinis Galih lalu melanjutkan kegiatannya mengeringkan rambut basah miliknya dengan handuk kecil. "Pengen jadi handuknya!" Ucap Hasna yang hanya mampu bergaung dalam benaknya seraya menatap handuk yang melilit di pinggang pria itu. "Aku lapar Bang, klo Abang nggak mau makan ya udah Nana makan sendiri aja." Sahut Hasna untuk mengalihkan perhatian Galih. Jujur ditatap Galih sedemikian intens membuat kerja jantung Hasna semakin tak beraturan. Hasna yang sudah duduk dengan nyaman di sofa masih tampak menimbang untuk melanjutkan obrolan absurd mereka atau segera melahap makanan di hadapannya. Netranya mengabsen seluruh menu hidangan lezat yang telah tersaji di atas meja. Kruk...Suara perut Hasna berbunyi nyaring dan itu jelas bisa tertangkap oleh indera pendengaran Galih. "Tuh kan cacing di perutku langsung berdemo Bang!" Ucap Hasna tanpa mengacuhkan tatapan kesal Galih lalu segera memulai melahap makanan yang begitu menggugah selera. Galih hanya bisa mendengus kesal lalu mengambil baju ganti dari walk in closet yang berada di bagian sisi paling ujung kamar dan membawa kembali masuk ke dalam kamar mandi untuk ia kenakan tanpa berniat menanggapi ucapan Hasna. "Di luar ekspektasi!" Gumam Hasna yang masih lahap mengunyah makanannya. "It's not bad wedding," __________________&&&_________________ Judul Buku : Night With(out) You Author : Farasha

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

TENTANG RASA

read
227.3K
bc

Brother In Law (Cinta Ipar 1*+)

read
143.7K
bc

Never Be The Same (Indonesia)

read
302.6K
bc

Touch Me, Baby Girl.

read
223.0K
bc

RAHIM KONTRAK

read
413.7K
bc

The Lost Love

read
520.0K
bc

WEDDING

read
115.4K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook