"Oh oke, gue diseberang. Lo tunggu ya," jawab Zaki kemudian mematikan teleponnya dan langsung bergegas menyusul Adhista dengan air mata yang sudah mengalir. "Dhis," panggil Zaki yang sudah berada didepan Adhista dengan motor Trail nya. "Zak, ayo cepet," ujar Adhista dan langsung menaiki motor Zaki. "Oke." Zaki kemudian langsung menjalankan motornya dengan kecepatan tinggi. Diam-diam Diratama melihat kejadian itu. Dan lagi-lagi Zaki yang menjadi incaran Adhista. Dirinya sudah bingung harus percaya kepada siapa, semuanya sudah mengkhianatinya. "Perlahan-lahan memang semua akan pergi. Tak memandang status dekat atau jauh, semua akan sirna," gumam Diratama kemudian kembali masuk kedalam. "Gen sampai sini dulu dah ya, lanjut besok lagi," ucap Diratama memberitahu kemudian ia merapihkan al

