Ruko

1208 Words

Keesokan harinya Adhista dan Diratama sudah berada di tempat makan pinggir jalan yang harganya pun terjangkau. Mereka sengaja melakukan itu demi usaha yang akan segera mereka buat. "Oke jadi gimana?" tanya Diratama memulai obrolan. "Gimana apanya?" "Mau kapan bukanya? Terus beli apa aja? Ambil supplier kopinya dari mana? Kita harus pikirin itu mateng-mateng Dhis," jelas Diratama kemudian mengeluarkan buku note hitam miliknya. "Oh oke, kita bikin konsepnya aja dulu Tam. Jadi rencana aku tuh gini loh, aku mau buat toko kopi yang kekinian, futuristik dan minimalis. Warnanya cokelat s**u dan putih, kita bikin se-aesthetic mungkin. Buat orang-orang penasaran dengan cafe kita," jelas Adhista sambil memperlihatkan beberapa foto coffee shop kepada Diratama. "Okey i got it. Lanjut terus ya, bi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD