Coffe Shop

1277 Words

"Tam, mau buka kedai kopi," gumam Adhista sambil tiduran di paha Diratama. "Kedai kopi gimana sih Dhis maksud kamu?" tanya Diratama yang sedang mengerjakan sesuatu di laptopnya terhenti karena ucapan Adhista. "Kedai kopi itu yang lagi hits. Kayak Janji Jiwa, Kopi Nako, Starbucks hehe," "Ya ampun, kayak gitu harus modal besar Dhis. Anak kuliahan pas-pasan kayak kita gini harus mikir beribu-ribu kali buat ngeluarin uang sebesar itu," jelas Diratama dengan sangat lembut yang membuat Adhista senyum-senyum sendiri. "Kita puasa aja gimana? Itung-itung nabung buat buka usaha sekalian dapet pahala kan?" "Aku sih mau aja puasa, cuma duit buat buka usaha kurang yakin aku," jawab Diratama yang masih menatap Adhista yang berada dibawahnya. "Huft, buat hidup masa depan. Kalo kita nikah, kalo ya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD