Follow

1171 Words
"Gimana?" tanya Calla kepada Adhista sambil menyeruput kopinya. "Gimana apanya?" jawab Adhista bingung. "Apa ya, ya pokoknya gimana?" "Dih lo ngapa?" "Ini otak perlu di reset ulang dulu Dhis, udah yang waras ngalah aja," ucap Agatha sambil menggoyang-goyangkan kepala Calla. "Hahaha bisa aja lo mah Tha," "Masuk lagi jam berapa deh?" tanya Agatha melihat jam ditangannya. "Jam dua sampai setengah empat," jawab Calla. "Wow udah waras lagi Cal?" ejek Adhista. "Nyenyenye," Saat mereka sedang mengobrol dan bercanda seperti itu, tiba-tiba ponsel Adhista berbunyi. Ting! Adhista lalu membuka ponselnya. Matanya terbelalak dan tangannya menjadi dingin. Nicolau_Sarwapalaka meminta untuk mengikuti anda. 'Waduh, jangan-jangan ketahuan nih yang ke like seminggu yang lalu,' gumam Adhista didalam hatinya. "Kenapa Dhis?" tanya Agatha yang terus saja memperhatikan Adhista. "Itu, yang ketemu di cafetaria follow gue," jawab Adhista sambil berbisik-bisik. "NAH KAN! FIX BANGET DIA NGESTALK LO!" seru Calla dengan semangat. "Masalahnya, gue belum lama habis ngestalk dan ngga sengaja ke like foto dia," bisik Adhista lagi. "Ya ampun Dhis, berarti selama ini lo yang suka?!" tanya Agatha tak habis pikir. "Dih apaan sih, gue kepo makannya gue stalk," jawab Adhista. "Oke pertama-tama lo jangan sok sombong oke, walau aslinya lo sombong haha bercanda," jelas Calla memberi solusi. "F You," ucap Adhista kepada Calla. "Follback buru deeh," perintah Agatha sedikit kesal. "Ya ampun, iya-iya," jawab Adhista. Nicolau_Sarwapalaka : Follback Dhis? "Eh dia ngirim DM juga," ucap Adhista memperhatikan notifikasi instagramnya. "Pertama lo bales dulu itu DM, abis itu follback. Balesnya jangan singkat-singkat," jelas Agatha sambil memakan snack yang ia beli di supermarket depan kampus mereka. Nicolau_sarwapalaka : Follback Dhis? Adhis.ta01 : Oke, tau ig gue darimana? Setelah membalas direct message dari Diratama, Adhista membuka akunnya dan memilih konfirmasi tidak lupa pilih ikuti. Nicolau_sarwapalaka : Kan kemarin kamu yang like foto saya(?) Adhista membaca pesan tersebut dari notifikasi, dan ya Adhista malu bukan main. Dirinya ingin menghilang detik itu juga. "Mampus gue," lirih Adhista meletakkan ponselnya dan menelungkupkan wajahnya diantara lipatan tangannya. "Kenapa?" tanya Calla bingung dengan tingkah Adhista. "Baca aja DM gue," jawab Adhista lalu memberikan ponselnya kepada Calla. Calla langsung membuka aplikasi i********: dan menuju direct message dari Diratama. Calla dan Agatha tertawa melihat balasan 'sok jual' mahal dari Adhista. "Tau ngga itu namanya apa?" tanya Calla yang masih saja tertawa. "s*****a makan tuan haha, makannya jangan begitu Dhis jadi orang ya ampun gue jadi kasihan sama Tama," jawab Agatha. "Oh iya, dia katanya pinter banget tau. Sekarang dia udah semester empat atau lima gitu yang harusnya dia masih semester tiga. Dia masuk sini karena beasiswa dan itu bener-bener full dari awal sampai kelulusan dia gratis. Keren sih kalau sampai lo sama dia," ucap Calla memberitahu Adhista. Adhista yang tertarik dengan arah pembicaraannya mulai mengangkat wajahnya menatap Calla. "Serius?" tanya Adhista tak percaya. "Dua rius gue Dhis, katanya bener-bener sepinter itu. Dia jurusan programmer sih katanya, pokoknya jurusan komputer gitu," jelas Calla lagi. "Lo tau itu dari mana dah?" tanya Adhista. "Kemarin waktu di warkop itu, gue kenalan sama salah satu temennya yang DM lo itu," jawab Calla dan Agatha mengangguk setuju. "Wow, pantes dia begitu. Ah tetep insecure gue," gumam Adhista terkagum-kagum dengan cerita Calla barusan. "Itu bales dulu chatnya, awas nyesel," ucap Agatha memperingati Adhista. "Iya," Lalu Adhista membuka pesan yang sudah dibaca oleh teman-temannya. Dirinya bingung harus membalas apa, yang berada dipikirannya hanya malu dan tidak ingin bertemu dengan Diratama lagi. Adhis.ta01 : Oh iya, maaf ya Tam. Setelah membalas pesan tersebut, Adhista langsung memasukkan ponselnya kedalam tas, dan berusaha melupakan semua direct message dengan kakak tingkatnya itu. "Eh tapi kalo dipikir-pikir, gue songong ngga sih ngomongnya gue lo, sedangkan dia saya-kamu," gumam Adhista mengingat kejadian di perpustakaan beberapa waktu yang lalu. "WHAT?! SERIUS LO DHIS?" seru Calla tak percaya dengan ucapan Adhista. "Iya serius," "Plis banget ya Dhis, mulai besok lo panggil dia Kak atau Tam atau aku kamu, jangan gue lo. Ngga tau kenapa gue kok takut Adhista nyesel ya," ucap Calla kepada Adhista. "Anjir, gue bakal diketawain ngga ya," gumam Adhista. "Kalo kata gue sih sopan sedikit sama kakak tingkat, apalagi kayaknya dia suka sama lo, gue ngga mau lo nyesel. Kita ngga mau lo nyesel, Dhis." ucap Agatha memperingati sekali lagi. "Gengsi banget gue serius," ujar Adhista sambio melirii kedua temannya. "Sumpah. Gengsi lo gedein Dhis, payah!" "Kenapa nih rame-rame, ajak-ajak dong," seru Zaki yang datang dengan semangkuk bakso telur. "Temen lo tuh Zak. Pusing gue lama-lama temenan sama Adhista," jawab Agatha. "Emang dia temen gue?" tanya Zaki sambil melihat Adhista. "Oh iya lupa. Lo kan yang di tolak Adhista itu kan ya hahaha," jawab Calla lalu tertawa. Zaki hanya memasang wajah kesalnya dan melanjutkan memakan bakso telur miliknya. "Bosen banget, ngapain ya?" gumam Adhista kemudian melipat tangannya diatas meja dan meletakkan kepalanya di atas nya. "Tam, nanti gue mau main ke kost lo ya," ujar seorang perempuan yang baru saja memasuki cafetaria. "Dih mau ngapain? Tugas kita kan udah selesai barusan," jawab Diratama lalu melirik Adhista yang sedang bengong. "Ada lagi Tam. Btw lo mau beli apa?" tanya Vanya lalu mereka berdua duduk didekat meja Adhista dan teman-temannya. "Gue mau pergi dulu," ujar Diratama lalu ia berjalan mendekati Zaki. "Oi Zak, bolos kelas lagi?" tanya Diratama lalu duduk disamping Adhista. Adhista menengok ke arah Diratama. 'Sok kenal banget sih Tama,' "Kaga, gue telat tadi Tam. Ada tugas?" tanya Zaki dengan bakso yang masih ada didalam mulutnya. "Ngga sih," jawab Diratama lalu melirik Adhista lagi sekilas. "Terus si Vanya mau ngapain ke kost lo?" "Ngga tau gue juga," jawab Diratama cuek lalu melirik Adhista lagi sekilas. Calla dan Agatha hanya melihat tingkah laku aneh dari Diratama. Agatha lalu mengambil ponselnya dan berpura-pura mengupdate instastory dari handphone. "Cal, sini liat dah," panggil Agatha sambil berbisik ditelinga Calla. "Woat?!" seru Calla kaget karena Agatha berhasil mengambil gambar Diratama yang sedang melirik Adhista. Adhista, Zaki dan Diratama melihat kearah Calla dan Agatha dengan tatapan bingung. "Kenapa?" tanya Zaki. "Ngga, ini barusan Agatha kasih lihat foto hantu. Emang udah gila nih orang," ujar Calla sambil mendorong kepala Agatha. "Tam, ayo ih kok malah disini. Gue mau main ke kost lo," seru Vanya yang sudah berada di meja mereka berlima. Adhista hanya menatap mereka berdua dengan tatapan datar. 'Lebay banget sih, udah kayak orang pacaran aja,' gumam Adhista didalam hatinya. "Kapan-kapan aja dah Nya. Gue lagi kumpul-kumpul sama temen gue, lo balik sendiri aja," sergah Tama yang membuat suasana menjadi canggung. "Dih kok gitu. Ayo ah gue mau main ke kost lo," ujar Vanya sambil menarik tangan Diratama keluar cafetaria. Setelah mereka berdua sampai diluar cafetaria, Diratama langsung melepaskan tangan Vanya dengan keras. "Lo apa-apaan sih Nya. Sumpah lo tuh pacar bukan, tapi seolah-olah lo bersikap kita pacaran," ujar Diratama yang membuat Vanya bungkam. "Lo kalo mau main ke kost gue, kuncinya gue taroh di atas jendela. Gue mau main sama mereka." Diratama lalu pergi meninggalkan Vanya disana sendirian dengan air mata yang sudah menggenang dimatanya. "Lo kenapa Tam?" gumam Vanya lirih lalu berlari meninggalkan cafetaria.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD