Wajah Paulina dan Maxwell begitu cerah. Mereka berdua saling bergandengan tangan mesra. Maxwell benar-benar memuja wanita idaman yang berhasil dipersuntingnya ini. Kemesraan mereka berdua, disambut lirikan malas oleh semua orang termasuk Eduardo. Maxwell terkekeh mendapat lirikan sebal dari pasang mata semua orang. "Kenapa kalian memandangku seperti itu?" kekehnya sambil bertanya. "Seperti kalian tidak pernah menjadi pengantin saja," sindirnya lagi. Sindiran Max membuat ayahnya memukul bahu putranya yang menyebalkan itu. Masalahnya ia tidak menikah lagi setelah mantan istrinya pergi begitu saja bersama pria lain. Sedangkan Eduardo sudah tidak bisa membayangkan bagaimana rasanya malam pengantin itu. Pria itu sudah lupa. Istrinya meninggal ketika Paulina berusia remaja. Sedangkan

