Bagian 26 "Mira, maksud kamu apa? Kenapa kamu ingin memenjarakan Mas? Dan kenapa juga kamu membahas soal malam pertama segala? Dari mana kamu mengetahui semua itu?" "Aku mengetahui semua tentang kalian, Mas. Kalian belum sempat melaksanakan ritual malam pertama seperti yang diidamkan oleh wanita ini, kan?" Aku mengarahkan jari telunjuk ke arah wanita yang masih diam membisu seperti patung itu. "Kasihan sekali ya, pasangan pengantin baru tapi belum pernah tidur bareng. Malam pertama yang sudah kalian rencanakan sedemikian rupa harus batal. Ops, aku lupa, kalian 'kan sudah sering tidur bareng. Bahkan wanita itu sudah hamil duluan." Aku menutup mulut dengan telapak tangan, menunjukkan ekspresi keceplosan, padahal aku sengaja mengatakannya. Kali ini wanita itu mengangkat wajahnya, menatapk

