
"Aku harap kamu gak merasa bersalah atas keputusanku ya. Sekali lagi aku tegasin, ini semua bukan salah kamu! Ini cuma salah waktu. Kamu orang tepat yang aku temui di waktu yang salah." Gadis itu lantas berjalan pergi tanpa menoleh kembali. Langkahnya perlahan hilang ditelan jarak pandang.Pemuda itu hanya diam. Mengepalkan tangan. Air matanya berusaha ia tahan agar tidak jatuh. Kepalanya bergemuruh. Perkataan gadis itu tidak memudarkan rasa bersalahnya. Ia sangat yakin bukan waktu yang salah, melainkan sikapnya.
