Mac terdiam saat mendengar pertanyaan Lusi, belum saatnya Lusi tau identitas dia yang sebenarnya. Karena Mac berpikir, usia seperti Lusi saat ini adalah usia di mana seseorang akan menentukan sikap dan arah hidupnya, itu sebabnya … Mac tidak ingin membebani Lusi dengan hal-hal yang menurutnya cukup rumit dan berat. Mac tersenyum lembut, mengusap sayang kepala Lusi. “Mana ada, aku baru datang dari London. Dan pertama kali ketemu teman kamu, dan terus kebetulan saja, tadi temen kamu sempat bela aku saat musuhnya hampir memukul aku,” ucap Mac tenang. Namanya juga Lusi, penuh selidik. Nggak bakalan langsung percaya gitu aja sama kata-kata orang lain, termasuk si Mac pacarnya sendiri. Lusi mengernyit, menatap Mac penuh selidik. “Kamu yakin … kenapa orang-orang kamu tadi nggak bertindak waktu

