Lusi tercengang begitu mendengar ucapan Mac. “Maksud kamu?” tanya Lusi memastikan. Mac tanpa berpikir panjang, menarik tangan Lusi. “Kita harus buru-buru. Anak buah aku baru telepon, kalau Andin dan teman-temannya dalam bahaya!” Lusi terlihat sangat khawatir, nurut aja ketika Mac menarik tangannya menuju motor dia terparkir. “Pegangan!” perintah Mac, setelah mereka berdua menaiki motor milik Mac. “Baik, kamu harus menjelaskan ini nanti!” seru Lusi, memeluk erat pinggang Mac. *** Edo dan Andin emang couple beladiri yang sulit untuk ditaklukan. Meskipun tadi mereka semua sempat terancam, kini keadaan mereka sedikit beruntung. Edo nekat maju duluan, meskipun awalnya dia harus kena gebug sebuah balok, itu tidak masalah buat Edo, karena pada akhirnya dia bisa merebut salah satu balok untuk

