Andin terbelalak kaget, nggak nyangka aja … Azriel bakal selicik itu. Gimana mereka bisa menang, kalau ngadepin sepuluh orang dengan tangan kosong. Andin nggak bisa tinggal diam, setidaknya kekuatan mereka bisa bertambah dengan dia yang ikut bergabung, nggak peduli dengan Edo yang melarangnya. Andin bangkit dari duduknya, melangkahkan kakinya, berdiri tepat di samping Edo. Melihat Andin yang nggak nuruit dengan perintahnya, Edo terlihat kesal. “Yang! aku bilang … duduk di sana, jangan ke sini!” kesal Edo. “Nggak mau! kita ini berlima, bonyok satu … bonyok semua!” Andin mana mau ngalah, dia juga nggak mau lihat Edo sampai celaka atau gimana. “Nyet! udah nggak papa, Andin itu cewek tangguh!” seru Leo. “Bukan gitu konsepnya, pe-a!” kesal Edo. Dia tau … kalau Andin itu tangguh, dia cuman n

