Edo, Leo, Febian dan juga Risky, bener-bener melajukan motornya keluar dari arena balap, menuju rumah Lusi. Tapi emang dasarnya lagi apes, baru saja mereka semua keluar dari arena balap, beberapa motor gede menghadap mereka berempat. Kalau diperkirakan, jumlah motor yang menghadang mereka ada sekitar sepuluh orang. Gila emang! Edo dan the geng terpaksa menghentikan motor mereka. Sumpah gedeg banget setelah tau siapa pimpinan mereka, Azriel tentunya. Dengan wajah gantengnya yang sangat menyebalkan, Azrel menatap tajam kearah Edo dan the geng. Edo memegang tangan Andin yang masih memeluk perutnya. “Yang, jangan jauh-jauh dari aku,” ucap Edo, khawatir banget Andinnya yang cakep sampai kegores, meskipun itu dikit aja. Andin tersenyum, dalam hati dia berpikir, emang Edo lupa … kalau dia jag

