Melihat Esme berjalan sendirian tanpa Arthur disisinya, Jhon memanfaatkan hal tersebut untuk mendekatinya. Pria itu mengikuti kemana Esme pergi, dan menemukan wanita itu duduk sendirian di bangku taman. Cahaya lampu yang temaram sangat tidak memungkinkan bagi Jhon untuk melihat secara jelas bagaimana ekspresi wajah wanita itu apalagi dari jaraknya yang jauh. Karena itulah, lelaki tersebut memutuskan untuk menghapus jarak diantara mereka berdua, mengesampingkan semua hal yang kemungkian terjadi setelahnya. Dia lebih memfokuskan untuk mengambil moment terbaik dengan Esme di kesempatan pertamanya. “Esme!” Wanita itu menyatukan kedua tangannya di pangkuan. Menutup mata seolah dirinay sedang berdoa untuk mencari kekuatan untuk tidak menoleh dan memandang sosok pria yang paling dia rindukan.

