7.Pindah rumah

1149 Words
Setelah selesai mandi, karena Celine membawakan baju untuk Mikayla akhirnya mereka pun segera keluar dari hotel itu. Celine pun membawa Mikayla untuk sarapan di sekitar hotel. " Sudah lah Kayla, tidak perlu di sesali lagi ah, lihat uang di tangan kamu hanya dengan satu malam kamu bisa mendapatkan uang sebanyak itu." Ujar Celine yang asyik menyetir mobil. Mikayla masih diam saja, dia memikirkan kata-kata Celine, sembari menatap ATM yang. Dia genggaman sedari tadi. Benar kata Celine apa gunanya menyesal nasi sudah jadi bubur. Lagian hanya dengan pekerjaan se simpel ini dia bisa mendapatkan uang sebanyak ini dengan mudah. "Ahh benar kata mbak Celine, ngapain Kayla harus merasa terpukul ya, harusnya Mikayla senang setidak ini salah satu jalan Mikayla menuju sukses." Ujar Mikayla sembari memberikan senyum kepada Celine. "Nah gitu dong semangat sayang." Celine memberikan semangat kepada Mikayla. "Lalu bagaimana Mikayla, apa kamu mau menjadi simpanan om Burhan? Soalnya tadi saat dia menyerahkan kartu hotel ke mbak mbak lihat dia begitu menyukai mu. Kamu bisa hidup bahagia Mikayla selagi kamu punya tampang maka manfaat kan lah semua nya." Titah mbak Celine. "Seperti nya Mikayla siap mbak jadi simpanan om Burhan." Jawab Mikayla yang langsung terlena dengan uang yang dia dapatkan. "Baik lah nanti mbak atur lagi pertemuan kami dengan om Burhan ya." Ujar Celine yang juga merasa bahagia jika Mikayla bahagia. "Iya mbak." Jawab Mikayla. Mereka berdua pun segera masuk ke salah satu restoran dekat hotel itu. Setelah memarkirkan mobil mereka masuk ke dalam restoran dan sarapan di sana. Mikayla benar-benar merasakan banyak perubahan sekarang, dia benar-benar bersyukur di pertemukan dengan Celine. Kini dia sudah siap merubah hidup nya membayang kan berapa banyak uang yang akan dia dapatkan. Setelah selesai sarapan, Celine pun mengajak Mikayla kembali ke rumah Celine. Karena Celine yakin Mikayla pasti merasa lelah semalam bertempur dengan om Burhan. Di tambah lagi Mikayla belum berpengalaman untuk itu. Mikayla hanya menurut dan segera ke kamar nya untuk istirahat. Sementara sembari menunggu Mikayla istirahat Celine mencoba menghubungi om Burhan untuk menjelaskan bahwa Mikayla setuju menjadi wanita simpanan om Burhan. Tentu Celine juga dapat tips dari pekerjaan ini. Om Burhan pun senang mendengar kan nya, dia bahkan menyuruh Celine untuk mencari perumahan di dekat rumah Celine untuk tempat tinggal Mikayla. Celine pun dengan cepat menyetujui nya. Setelah beberapa jam kemudian Mikayla yang merasa perut nya keroncong pun terbangun dari tidur nya dan segera menuju meja makan. "Mbak makan siang yuk, Mikayla lapar." Ajak Mikayla yang melihat Celine masih asyik di sofa ruang tamu sembari bermain ponsel. "Ehh kamu sudah bangun Kayla, iya yuk mbak juga sudah lapar." Ajak Celine yang meletakkan ponselnya di atas meja dan segera bangkit dari duduk nya. Mereka pun segera ke meja makan, dan si sana sudah ada beberapa makanan yang di sediakan oleh si Mbak. Mereka bertiga pun makan siang bersama. "Ehh Mikayla tadi om Burhan menyuruh mbak mencari rumah untuk kamu di sekitar sini. Kamu tidak keberatan kan?" Tanya Celine sambil menatap Mikayla. "Hah, rumah untuk Mikayla mbak?" Mikayla mengulang penjelasan Celine. "Iya, kamu bersedia kan jadi simpanan om Burhan?" Celine mencoba memastikan kembali. "Iya mbak bersedia sih, tapi kenapa om Burhan mau membelikan rumah untuk Mikayla mbak? Mana rumah di sekitar sini lagi pasti mahal mbak." Ujar Mikayla. "Ya ampun Mikayla kamu tidak perlu memikirkan itu, om burhan bukan orang sembarangan uang segitu mah tidak ada artinya baginya. Kamu hanya perlu memberikan dia servis terbaik mu maka kamu akan mendapatkan apapun yang kamu mau." Jelas Celine. "Iya ya mbak, Mikayla merasa ini terlalu berlebihan mbak." Ujar Mikayla. "Hahaha ini belum ada apa-apa nya Mikayla, kamu harus terus berjuang untuk memoroti om Burhan dan memperkaya diri kamu sendiri sebelum kamu di buang oleh om Burhan." Celine mencoba memberikan nasihat. Si mbak yang yang ada di meja makan juga memilih untuk diam saja, dia sudah tai siapa majikan nya itu namun karena di perlakukan dengan baik dan mendapatkan uang yang cukup si mbak memilih diam saja dan tidak mau ikut campur untuk urusan Mikayla dan Celine. "Yaudah deh mbak Mikayla ikut kata-kata mbak saja." Jawab Mikayla menurut. Setelah selesai makan mereka berdua pun mengganti pakaian dan segera menuju ke rumah yang sudah di cek oleh Celine tadi di internet. Sembari memeriksa rumah yang akan di sewa oleh om Burhan Celine melakukan panggilan video Dengan om Burhan untuk memperlihatkan rumah itu kepada om Burhan. Setelah di rasa cocok oleh om Burhan akhirnya om Burhan pun setuju menyewa rumah yang berada di komplek perumahan Celine. Mikayla hanya diam saja, dia sedikit takjub melihat kemegahan rumah yang sebentar lagi akan jadi tempat tinggal nya. Setelah menyelesaikan pembayaran dengan pemilik rumah melalui transfer dari om Burhan Mikayla dan Celine yang sudah mendapatkan kunci rumah pun pamit ke pemilik rumah. "Kita mau ke mana lagi mbak?" Tanya Mikayla saat mobil melaju menuju arah lain jalan ke rumah Celine. "Kita mau ke mall Mikayla, mbak mau kamu beli ponsel terbaru." Ujar Celine yang mengemudikan mobilnya. "Tapi kenapa mbak? Ponsel Mikayla yang ini kan masih bagus." Ucap Mikayla. "Hahaha Mikayla Mikayla, sekarang kamu sudah jadi simpanan Om-om tajir masa pakai ponsel butut begitu sih. Kamu harus merubah semua nya gaya hidup semua nya." Jelas Celine lagi. "Tapi kan mbak sayang uang nya." Lanjut Mikayla. "Hahaha ngapain sih kamu mikirin uang Mikayla? Itu urusan om Burhan, kamu hanya perlu menikmati dan menghabiskan uang nya." Jelas Celine. Mikayla terdiam dan akhirnya mengikuti saran dari Celine. Mereka pun segera membelikan ponsel baru dan memberi Beberapa perlengkapan rumah tangga sesuai perintah om Burhan tadi kepada Celine. Setelah selesai berbelanja dan kembali ke rumah milik Mikayla Celine dan Mikayla pun membersihkan rumah itu yang sudah mulai berabu karena sudah beberapa bulan tidak di bersihkan. "Ahhh capek juga ya Mikayla bersih-bersih." Ujar Celine yang merasakan lelah beberes bersama Mikayla. "Iya mbak." Jawab Mikayla yang duduk di sebelah Celine. Rumah itu memang tidak kosong melompong ada beberapa barang yang di tinggal kan pemilik seperti sofa ruang tamu, ranjang dan lemari serta barang lain nya. "Ohh iya nanti malam kamu tidur di sini ya Kayla, nanti abis beberes kita ke rumah mbak dan kamu ambil barang-barang kamu untuk pindah ke sini." Ucap Celine. "Lho mbak, mulai nanti malam ya?" Tanya Mikayla kaget. "Iya dong sayang, kan sekarang kamu sudah punya rumah sendiri tinggal lah di rumah sendiri ya." Ujar Celine lagi. "Tapi mbak..." "Heh ngak ada tapi-tapian, ingat berikan yang terbaik untuk om Burhan ya." Potong Celine. "Lho mbak, lagi ya, bukan nya kemaren sudah?" Tanya Mikayla balik. "Lagi dong sayang,kapan saja dia butuh kamu harus siap. Itu gunanya kamu jadi simpanan. Ohh iya mbak akan berikan beberapa teknik untuk kamu agar om Burhan merasa puas saat di ranjang bersama kami." Lanjut Celine. Celine pun memberikan beberapa teknik kepada Mikayla tanpa merasa malu. Mikayla merasa enggan mendengar penjelasan Celine namun mau tidak mau dia harus tetap mengikuti kata-kata Celine. Setelah di rasa tidak capek lagi mereka pun kembali bersih-bersih dan akhirnya pulang ke rumah Celine untuk mandi dan mengambil pakaian Mikayla.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD