Pagi ini setelah bangun pagi Mikayla pun mandi dan sarapan. Dan beberapa menit kemudian Celine pun datang. Memang tadi mereka sudah telepon an.
"Wahh baru sehari tinggal di rumah baru, aura wajah kamu sudah berubah ya kayla.' puji Celine.
"Apaan sih mbak, enggak kok." Jawab Mikayla malu-malu.
"Bagaimana om Burhan?" Sambung Celine lagi.
"Bagaimana apanya mbak? Ya begitu lah." Jawab Mikayla yang berjalan keluar bersama Celine.
"Dia baik kan?" Tanya Celine lagi.
"Bukan nya mbak Celine lebih mengenal om Burhan ketimbang Mikayla?" Mikayla malah balik bertanya.
"Se pengenal mbak sih om Burhan orang baik. Dan mbak yakin dia memang orang baik. Dia akan royal ke kamu Mikayla." Ujar Celine.
"Hmmm iya mbak semoga saja." Jawab Mikayla yang mengunci pintu rumah.
"Kita mau ke mana dulu nih mbak?" Sambung Mikayla.
"Kita ke bank dulu kali ya? Setelah nya baru kita belanja kebutuhan rumah ini." Kata Celine.
"Terserah mbak Celine saja mana baik nya, Mikayla ikut saja." Jawab Mikayla.
"Yasudah yuk." Ajak Celine mereka pun masuk ke dalam mobil Celine dan mobil pun melaju meninggalkan rumah Mikayla. Beberapa menit kemudian mereka pun sampai di bank terdekat dari rumah Celine. Memang beberapa waktu yang lalu Celine mengubah domisili KTP Mikayla untuk kebutuhan kerja Mikayla jadi sekarang gampang mengurus rekening bank.
Setelah selesai dengan pengurusan rekening bank mereka lanjut ke perabotan rumah tangga. Celine memang begitu pandai dia bisa mengingat apa saja yang kurang di rumah Mikayla. Sedangkan Mikayla hanya ikut saja.
Setelah membeli kebutuhan yang di perlukan dan membayar nya Celine pun memberikan alamat Mikayla agar barang-barang nya di antar ke alamat tersebut.
Celine memang kalau soal tawar menawar lebih pintar. Dia lebih memilih belanja di toko perabotan rumah daripada ke mall yang harganya jauh lebih murah.
"Kita makan siang dulu ya Kayla mbak sudah lapar nih." Ajak Celine.
"Iya mbak, Kayla juga sudah lapar." Jawab Mikayla.
Mereka pun makan siang di salah satu restoran terdekat dengan toko tempat mereka tadi.
"Wahh lumayan rame juga ya mbak restoran nya." Ujar Mikayla saat mereka turun dari mobil dan melihat begitu banyak mobil parkir di restoran itu.
"Iya Mikayla mungkin karena kebetulan ini jam makan siang, lagian memang restoran ini lumayan terkenal sih." Kata Celine sambil melangkah masuk ke dalam restoran yang di ikuti oleh Mikayla.
Mereka pun masuk ke dalam restoran dan memilih salah satu meja di pojok yang kebetulan yang duduk di sana baru saja selesai makan dan sudah meninggal kan meja nya.
"Iya itu mbak sudah selesai makan." Tunjuk Mikayla saat mereka sedang berdiri mencari meja.
"Ohh iya." Mata Celine pun mengikuti arah tangan Mikayla.
Mereka pun berjalan menuju meja itu, dan pelayan restoran pun segera menghampiri mereka dan memberikan buku menu.
Mikayla dan Celine pun memesan makanan dan minuman sesuai selera mereka. Setelah nya mereka mengembalikan buku menu itu kepada pelayan dan menunggu pesanan mereka datang. Sembari menunggu mereka mulai mengobrol santai tentang banyak hal.
Namun tiba-tiba mata Mikayla menangkap wajah seseorang yang tak asing untuk nya.
"Mbak bukan nya itu om Aldo." Tanya Mikayla sambil menunjuk menggunakan bola mata nya.
Celine yang membelakangi meja om Aldo pun menoleh ke belakang, dan ternyata benar om Aldo sedang makan siang bersama istri dan kedua anak nya.
"Hmm iya Mikayla." Jawab Celine yang kembali ke posisinya.
"Itu anak dan istrinya ya mbak?" Sambung Mikayla yang terus menatap Aldo yang belum menyadari keberadaan mereka di restoran itu.
"Iya Mikayla, beginilah nasib kita jadi wanita simpanan jika bertemu di suatu tempat dengan mereka tanpa sengaja kita harus pura-pura tidak kenal ya." Jelas Celine sembari menatap ke luar jendela.
"Kita memang harus benar-benar menyembunyikan hubungan kita ya mbak?" Tanya Mikayla lagi yang memang agak polos.
"Begitu lah Kayla, kita hanya perempuan yang mereka butuhkan untuk menyalurkan hasrat nya. Kita hanya boleh menunggu mereka di atas ranjang. Tapi tidak untuk di pamerkan. Karena yang terutama dan utama adalah istri sah dan anak-anak nya." Jelas Celine yang merasa sedikit cemburu mengingat kemesraan om Aldo dengan istrinya itu.
Ini memang bukan pertama kalinya Celine bertemu secara tidak sengaja dengan om Aldo dan istri serta anak-anak nya. Tapi entah kenapa kali ini hati Celine merasa sedikit aneh. Mungkin karena sudah sering bersama dan selalu di perhatikan dan di nafkahi oleh om Aldo tanpa sadar ada rasa nyaman dan sayang di hati Celine ke pada om Aldo.
"Begitu ya mbak, jadi nanti Mikayla kalau tidak sengaja bertemu om Burhan di suatu tempat juga harus pura-pura tidak kenal ya?" Tanya Mikayla lagi.
"Iya Mikayla jika kamu ingin semua nya Baik-baik saja dan transferan mu tetap lancar maka jangan pernah usik rumah tangga mereka ya." Jawab Celine.
"Karena kita ini hanya wanita simpanan, se cantik apapun kita kita tetap wanita simpanan mereka. Jadi kuras saja uang nya selagi bisa dan ingat kamu juga harus punya penghasilan sendiri. Sehingga jika sewaktu-waktu mereka bosan dan membuang kita kita tidak jadi gembel." Jelas Celine.
"Baik mbak." Jawab Mikayla.
"Sudah lah tidak perlu bahas itu di sini Mikayla nanti ada yang mendengar tidak enak. Ohh nanti selepas Belanja kita ke rumah madam Sonia ya." Celine mengalihkan pembicaraan.
"Madam Sonia siapa mbak?" Tanya Mikayla.
"Dia itu guru nya mbak, dia yang mengajari mbak cara memuaskan laki-laki di atas ranjang. Kamu juga harus belajar Dari madam Sonia agar om Burhan betah bersama kamu karena selalu terpuaskan oleh mu." Lanjut Celine.
"Hah, tapi mbak..." Belum sempat Mikayla melanjutkan kata-katanya sudah di potong oleh Celine.
"Tidak ada tapi-tapian Mikayla, kamu mau kehilangan om Burhan karena kurang puas dengan servisan kamu? Lagian kamu sudah sejauh ini Mikayla masa semua nya terbuang sia-sia? Kamu tidak bosan hidup begini-begini saja?" Celine mencoba memberikan pencerahan.
Mikayla diam sejenak, dan akhirnya dia setuju dengan kata-kata Celine.
Beberapa menit kemudian pesanan mereka pun datang, mereka berdua pun makan siang. Walaupun selera makan Celine sedikit hilang karena melihat kemesraan om Aldo dengan istri dan anak-anaknya tadi tapi Celine mencoba biasa saja di hadapan mikaya.
Setelah selesai makan siang dan membayar nya Celine dan Mikayla pun bangkit dari duduk mereka dan bergegas meninggalkan restoran itu. Namun tak sengaja mata nya dan mata om Aldo bertemu Celine langsung memalingkan wajah nya. Dan seakan-akan tidak kenal dengan om Aldo.
Dia dan Mikayla pun berjalan keluar dari restoran itu dan segera ke supermarket untuk membeli kebutuhan Mikayla. Setelah selesai berbelanja mereka pun segera ke tempat madam Sonia yang sebenarnya adalah seorang mami di salah satu club malam.