Madam Sonia

1144 Words
"Hallo madam, long time no see." Ujar Celine saat dia dan Mikayla sudah sampai di tempat tinggal madam Sonia. "Wahh Celine kamu makin cantik saja sayang,puji madam Sonia sembari cipika cipiki dengan Celine. "Madam juga tak kalah cantik kok." Celine balik memuji madam Sonia. "Ini siapa Celine, tak kalah cantik dari kamu?" Tanya madam Sonia sembari memperhatikan Mikayla dari ujung kaki sampai ujung rambut. "Ohh ini adik Celine madam." Jawab Celine. "Halo madam salam kenal. Nama saya Mikayla." Mikayla menyalim madam Sonia. "Tak hanya cantik, dia juga sopan ya Celine." Puji madam Sonia. "Yahh begitu lah madam." jawab Celine sambil cengengesan. "Yuk duduk dulu yuk." Ajak madam Sonia yang lebih dulu duduk di rumah sofa rumah nya. "Kita langsung ke kamar praktek madam saja bisa tidak?" Tanya Celine yang memang tidak ingin berbasa basi. "Lho Celine kamu masih mau belajar ya? Bukannya kamu sudah cukup pandai?" Madam Sonia balik bertanya. "Bukan Celine madam, tapi adik polos Celine ini." Ujar Celine sembari merangkul lengan Mikayla. "Ohh dia yang mau belajar, boleh-boleh." Jawab madam Sonia yang bangkit dari duduk nya. "Hehehe iya madam." Jawab Mikayla merasa sungkan. Mereka pun akhirnya berjalan menuju ruangan praktek madam Sonia namun belum masuk ke dalam ponsel Celine sudah berdering. "Madam, Kayla kalian masuk lebih dulu ya. Saya angkat telepon dulu." Ujar Celine. "Okay Celine." Jawab madam Sonia. Sementara Mikayla yang sebenarnya merasa canggung dan takut tidak bisa berkata apa-apa. Selain mengikuti langkah madam Sonia dengan rasa gugup. "Santai saja Mikayla anggap rumah sendiri ya." Ujar madam Sonia yang melihat kepanikan di wajah Mikayla. "Iya madam." Mikayla mencoba memberikan senyuman palsu nya. Ceklek madam sonia pun membuka ruangan praktek nya itu. Tentu saja Mikayla kaget dengan isinya. Ada banyak alat yang menyerupai milik laki-laki dan milik pria di sana. Tak hanya itu ada satu televisi berukuran besar. "Ayok Mikayla masuk tidak perlu merasa Canggung." Ajak madam Sonia. "I... Iya madam." Jawab Mikayla yang semakin gugup namun dia tetap masuk. Madam Sonia pun menutup kembali pintu itu. "Kok di tutup madam?" Tanya Mikayla. "Tidak apa-apa Mikayla, biar tidak terlihat dan terdengar oleh orang luar. Tenang saja nanti kalau Celine sudah selesai menelepon dia ball masuk kok lagian pintunya tidak di kunci." Jelas madam Sonia. "Ohh begitu ya madam." Jawab Mikayla yang gugup. "Rileks saja ya Mikayla santai tidak perlu tegang. Madam tidak mau makan orang kok ya." Madam Sonia mencoba menenangkan Mikayla yang terlihat gugup itu. "Iya madam." Jawab Mikayla. "Yasudah sana kamu ganti baju dulu, kamu boleh pilih baju sesuai selera kamu. Dan baju itu semua sudah bersih ya Mikayla." Titah madam Sonia. "Hah ganti baju madam?" Tanya Mikayla gugup. "Iya ganti baju, baju nya ada di ruang ganti. Tapi ingat jangan pakai dalam an ya. Hanya gunakan pakaian yang di sediakan." Jelas madam Sonia. "Tapi madam ..." "Ikuti saja ya Mikayla." Ujar madam Sonia. Mikayla yang tidak punya pilihan lain akhirnya mengangguk menerima kata-kata madam sonia. Dia pun segera ke ruangan ganti dan betapa kagetnya Mikayla saat melihat semua pakaian di sana. Semua nya pakain dinas malam perempuan yang sudah bersuami. "Mikayla tidak perlu sungkan pakai saja apa yang menurut kamu bagus." Sahut madam Sonia dari luar. Setelah beberapa menit kemudian Kayla yang merasa bingung dan gugup akhirnya memilih satu bau yang menurut nya paling sopan. Dia pun keluar dari kamar ganti, dan madam Sonia hanya tersenyum melihat lekukan tubuh Mikayla yang terpampang nyata. "Kamu memang anak yang polos Mikayla milih baju saja yang paling sopan. Baiklah nanti juga kau akan terbiasa dengan semua baju itu." Ujar madam Sonia tersenyum. Lalu madam Sonia memasang DVD dan Mikayla sedikit kaget karena DVD yang di pasang adalah film panas. Tanpa malu-malu madam Sonia mulai mengajari Mikayla cara awal untuk memancing pria sebagai pemanasan. Sungguh Mikayla tidak fokus dia merasa risih dan geli. Bahkan madam Sonia memberikan satu alat untuk di peragakan oleh Mikayla. Tapi mau tidak mau Mikayla tetap menuruti perintah madam Sonia. Setelah memberikan teknik dasar serta memberikan beberapa contoh gaya umum. Madam Sonia akhirnya mengakhiri bimbingan hari ini karena melihat wajah Mikayla yang sudah tidak nyaman lagi. "Yasudah cukup di sini dulu Mikayla, mungkin besok atau lusa kamu bisa datang ke sini dengan Celine lagi ya." Ujar madam Sonia. "Baik madam." Jawab Mikayla merasa canggung. Mikayla pun di suruh ganti baju sama madam Sonia, dan setelah selesai berganti pakaian Mikayla keluar dari ruangan itu menemui Celine dan madam Sonia. "Kalau begitu kamu pulang dulu ya madam, terimakasih untuk hari ini. Mungkin lusa kamu ke sini lagi." Ujar Celine yang bangkit dari duduk nya. "Terimakasih ya Celine, hati-hati di jalan." Ujar madam Sonia sembari tersenyum. "Sama-sama madam." Jawab Celine. "Kami pamit dulu madam," Mikayla menyalim madam Sonia. "Iya Kayla, kalau untuk dasar kamu sudah lumayan Mikayla. Kamu bisa mempraktekkan nya nanti hitung-hitung belajar." Ujar madan Sonia lagi. "Hehehe iya Madam." Jawab Mikayla dengan pipi yang sudah memerah bagai kepiting rebus karena malu mengingat kejadian tadi. Mereka berdua pun masuk ke dalam mobil Celine dan mobil pun melaju meninggalkan rumah madam Sonia. "Mbak Kenapa tidak masuk tadi? Mikayla menunggu mbak masuk soalnya canggung berdua sama madam itu." Tanya Mikayla memulai obrolan mereka. "Ohh itu tadi mbak ada urusan Mikayla, terus setelah urusan nya selesai mbak rasa kalau mbak masuk hanya akan menganggu konsentrasi kamu dan madam sonia." Jawab Celine. "Tapi Mikayla canggung banget mbak, memang proses belajar nya begitu ya mbak?" Tanya Mikayla. "Iya Kayla, dulu mbak juga belajar banyak dari madam Sonia dan kamu lihat kan om Aldo tidak bisa berpaling dari mbak. Lagian kamu tidak perlu malu-malu Mikayla kamu bukan pasien pertama madam sonia jadi santai saja ya." Lanjut Celine. "Tapi tetap saja mbak, mana Mikayla di suruh pakai baju aneh lagi." Lanjut Mikayla. "Itu bukan baju aneh sayang, itu namanya baju dinas. Ohh kita beli kan saja beberapa untuk mu ya. Om Burhan juga ada pesan sih ke mbak." Kata Celine yang baru mengingat pesanan om Burhan. "Hah maksudnya Mikayla pakai baju begitu di depan om burhan mbak? Tidak tidak Mikayla malu lah mbak." Tolak Mikayla dengan cepat. " Heh heh, kenapa mesti malu Mikayla. Ingat ini kerjaan kamu. Lagian om Burhan juga sudah melihat semua nya kan. Bahkan tubuh polos mu." Kata Celine. "Tapi tetap saja mbak Mikayla tidak percaya diri." Jawab Mikayla. "Tunggu terbiasa saja Mikayla, nanti kalau sudah biasa kamu bakal nagih kok." Lanjut Celine. Mereka pun kembali ke mall tadi dan membelikan baju dinas untuk Mikayla walaupun Mikayla menolak namun Celine tidak perduli dan terus memilih baju yang sekiranya cocok untuk Mikayla. Setelah selesai berbelanja dan membayar mereka pun kembali ke rumah Mikayla karena ini sudah sore dan tadi om Burhan berpesan kalau nanti malam dia akan mampir ke rumah Mikayla. Sesampainya di rumah Celine membantu Mikayla mengemas barang-barang nya. Setelah semua nya selesai di kemas Celine pun memberikan beberapa arahan kepada Mikayla untuk memberikan kepuasan tersendiri kepada om Burhan. Mikayla memang masih malu-malu dan merasa risih namun Celine selau berhasil membuat Mikayla percaya diri.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD